Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prancis Klaim Kasus Baru Covid-19 Turun, Totalnya Tembus 2 Juta

Total ada 2.036.755 infeksi virus Corona di Prancis degan jumlah kematian akibat wabah itu di rumah sakit dan panti jompo mencapai 46.273 kasus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 November 2020  |  07:41 WIB
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Total kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Prancis telah melampaui angka 2 juta orang per Selasa (16/11/2020) waktu setempat. Kendati begitu, pejabat kesehatan setempat mengklaim bahwa upaya untuk mengendalikan pandemi Covi-19 mulai membuahkan hasil.

Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Prancis, Jerome Salomon menjelaskan bahwa total ada 2.036.755 infeksi virus Corona di negara tersebut. Jumlah kematian akibat wabah itu di rumah sakit dan panti jompo sekarang menjadi 46.273, termasuk 437 dalam 24 jam terakhir.

"Upaya kolektif kami mulai membuahkan hasil, jumlah kasus baru telah menurun selama beberapa hari ... Kami harus menggandakan upaya kami untuk mendapatkan kembali kendali atas epidemi," kata Salomon dalam konferensi pers.

Salomon menjelaskan bahwa tren positif itu didukung dengan ketaatan masyarakat pada jam malam dan karantina wilayah. 

"Kami harus menjaga tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi agar dapat melewati perayaan akhir tahun dan bulan-bulan musim dingin dengan aman," tambahnya.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan pada hari Senin bahwa negara itu mulai mampu membatasi penyebaran virus corona. Namun, Prancis belum siap untuk melonggarkan karantina wilayah yang merupakan kali kedua diterapkan secara nasional.

Setelah peraturan jam malam yang diberlakukan di kota-kota besar Prancis pada pertengahan Oktober gagal memberikan hasil yang diharapkan pemerintah, mereka memberlakukan penguncian selama satu bulan pada 30 Oktober meskipun tidak seketat yang berlaku dari 17 Maret hingga 11 Mei.

Presiden Emmanuel Macron akan berbicara menjelang pertengahan minggu depan tentang kondisi pelonggaran progresif lockdown, demikian dilaporkan BFM TV, Selasa (16/11/2020)

Prancis telah mencatat jumlah infeksi virus corona tertinggi keempat secara global, dan ketujuh tertinggi dalam jumlah kematian akibat wabah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis Virus Corona Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top