Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Klaster Covid-19, Masyarakat dan Pemda Diminta Fokus Awasi Pengungsian

Masyarakat diimbau apabila memungkinkan menghindari lokasi pengungsian di tenda-tenda.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 November 2020  |  10:05 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali membagikan masker kepada anak sekolah di SD N 1 Ringinlarik, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020). Masker tersebut dibagikan kepada masyarakat lereng Gunung Merapi untuk melindungi saluran pernapasan dari abu vulkanik pascaletusan Gunung Merapi. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali membagikan masker kepada anak sekolah di SD N 1 Ringinlarik, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020). Masker tersebut dibagikan kepada masyarakat lereng Gunung Merapi untuk melindungi saluran pernapasan dari abu vulkanik pascaletusan Gunung Merapi. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Demi mencegah terbentuknya klaster pengungsian, Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) terutama yang memiliki potensi bencana alam tinggi untuk mengawasi tempat-tempat pengungsian.

Potensi bahaya bencana alam tahun ini akan dihadapi masyarakat di tengah-tengah pandemi Covid-19. Indonesia yang secara geologis dan hidrologis, merupakan wilayah rawan bencana seperti banjir bandang, longsor, angin kencang maupun erupsi Gunung Merapi yang sedang terjadi.

"Satgas berharap, tempat-tempat pengungsian dapat direkayasa dengan baik agar selalu dalam keadaan layak dan bersih agar mengurangi potensi penularan Covid-19 atau penyakit lainnya," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito melalui keterangan pers, Selasa (17/11/2020).

Masyarakat diimbau apabila memungkinkan menghindari lokasi pengungsian di tenda-tenda, memanfaatkan tempat-tempat penginapan terdekat sebagai lokasi pengungsian.

Sementara itu, apabila terpaksa mengungsi, harus dipastikan masyarakat mempunyai masker cadangan, hand sanitizer dan alat makan pribadi serta tempat evakuasi yang dirancang untuk dapat menjaga jarak dan harus selalu ada petugas kesehatan di sekitar pengungsian.

Adapun, emerintah daerah yang wilayahnya rawan bencana diharapkan segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan dan bagi masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan selama berada di lokasi pengungsian.

"Ingat, protokol kesehatan merupakan langkah penting dalam melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari Covid-19," imbuh Wiku.

Wiku menambahkan, pemerintah daerah juga harus melakukan monitoring yang ketat, termasuk testing dan tracing jika dibutuhkan di lokasi pengungsian.

“Harus ada sinergi antara Pemerintah daerah, lembaga daerah, TNI/Polri serta anggota masyarakat untuk menghindari terjadinya klaster pengungsian,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah rawan bencana diminta untuk segera menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mempersiapkan dan mengadakan segala perangkat, peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan.

Saat ini, BNPB telah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak lainnya telah berkoordinasi sebagai langkah antisipasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top