Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peringatan Dini BMKG: Waspadai Gelombang Setinggi 4 Meter

Gelombang tinggi hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 9 - 10 November 2020.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 09 November 2020  |  11:47 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu
Ilustrasi - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diminta mewaspadai potensi terjadinya gelombang hingga setinggi empat meter di perairan Indonesia pada 9 dan 10 November 2020. 

Dalam informasi peringatan dini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gelombang tinggi berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

BMKG menyebutkan terdapat sirkulasi udara di Samudra Hindia barat Kep. Mentawai.

Sementara itu pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan berkisar 4 - 22 knot. Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Selatan dengan kecepatan 4 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna utara, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Banten - Jawa barat, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Papua barat dan Papua. Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," ujar BMKG dalam pernyataan resminya, Senin (9/11/2020).

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti:

  • Perairan timur Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, Teluk Lampung bagian selatan, Perairan selatan P. Sawu
  • Perairan Kupang - P. Rotte, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan P. Sawu - P. Rotte, Perairan selatan Kep. Anambas - Kep. Natuna, Laut Natuna
  • Laut Bali, Selat Lombok bagian utara, Perairan Kalimantan Timur, Selat Makassar, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud
  • Perairan timur Bitung - Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua barat - Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua, Laut Arafuru

Gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya:

  • Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan barat Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano - Bengkulu
  • Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa - P. Sumba
  • Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa - P. Sumba, Laut Natuna utara, Perairan utara Kep. Anambas - Kep. Natuna

Disebutkan BMKG bahwa otensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diminta agar selalu waspada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG gelombang tinggi

Sumber : BMKG

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top