Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Standard Chartered Lampaui Proyeksi Para Analis

Kinerja Standard Chartered pada kuartal III tahun ini dipengaruhi oleh kerugian penurunan nilai aset yang mulai reda.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  15:33 WIB
Standard Chartered - Bloomberg
Standard Chartered - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Standard Chartered Plc. membukukan laba di atas perkiraan seiring dengan kredit bermasalah yang mulai berkurang dan pemulihan beberapa pasar utama di kawasan Asia.

Dilansir Bloomberg, Kamis (29/10/2020), laba sebelum pajak Standchart turun 40 persen pada kuartal ketiga tahun ini ke US$745 juta. Nilai ini lebih tinggi ketimbang perkiraan analis yang di angka US$502 juta.

Impairment kredit mereda dalam dua kuartal terakhir dan pada kuartal ketiga senilai US$353 juta, hampir separuh di bawah perkiraan.

Pendapatan dari bisnis investment banking didorong oleh kinerja Wall Street dan perolehan laba di Asia yang stabil dari tahun sebelumnya. Ini adalah kuartal ketiga berturut-turut kinerja Standchart melampaui perkiraan analis

"Transformasi mendorong kami untuk menghadapi badai ekonomi dengan baik," kata CEO Standchart Bill Winter dalam sebuah pernyataan resmi.

Dia menyebutkan bisnis wealth management dan pasar modal memiliki momentum baik. Pihaknya juga mengatur biaya untuk inovasi.

"Kami juga sangat siap untuk menghadapi masalah kenaikan penurunan kualitas kredit," katanya.

Sama dengan kompetitornya, HSBC Holdings Plc., Standchart mengisyaratkan akan berusaha melanjutkan proses mendapatkan persetujuan otoritas Inggris terkait penundaan dividen.

Perusahaan yang berbasis di London ini juga menyatakan biaya kredit diperkirakan lebih rendah pada semester kedua 2020 dibandingkan dengan paruh pertama.

"Kami memiliki permodalan yang cukup untuk ekspansi dan pembagian dividen pada 2021," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bermasalah standard chartered kinerja bank laba bank

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top