Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Curhat Karyawan Kontrak Diputus Garuda Viral di TikTok

Karyawan yang berprofesi sebagai pramugari atau flight attendance itu membagikan kabar itu dan menyebutnya sebagai kabar buruk bagi dirinya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  16:53 WIB
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan karyawan Garuda Indonesia yang kontraknya diputus curhat di media sosial.

Karyawan yang berprofesi sebagai pramugari atau flight attendance itu membagikan kabar itu dan menyebutnya sebagai kabar buruk bagi dirinya.

Dia juga mengatakan kalau ada 700 karyawan PKWT yang diputus kontraknya.

Dia mengaku menangis dan hancur hatinya mendapat kabar itu. Perempuan cantik itu juga mengatakan banyak kenangan dan pengalaman yang dia dapat selama bergabung di maskapai BUMN itu.

"Semoga Indonesia lekas membaik, dengan berat hati aku pamit," tulisnya dengan iringan lagu melow mengiringi videonya.

Selain itu, pramugrari lainnya juga mengunggah kesedihan yang sama. Dia mengaku tidak menyangka mendapatkan kabar buruk itu.

Apalagi, baginya pekerjaan itu merupakan tumpuan hidup dirinya dan juga keluarganya. Diapun mengaku dulu berjuang mati-matian untuk mendapatkan pekerjaannya itu.

"Semoga bisa kembali bersama," tulisnya.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengonfirmasi adanya penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja kepada 700 karyawannya yang status tenaga kerja kontrak.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kebijakan tersebut mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave. Keputusan itu, murni sebagai imbas turunnya tingkat permintaan layanan penerbangan selama masa pandemi.

Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Irfan juga memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban Perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan.

Baca Juga : Tak Sanggup Menahan Beban Finansial, Cathay Pacific Pecat 5.900 Karyawan
“Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19,” jelasnya melalui siaran pers, Selasa (27/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia phk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top