Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Sektor Utama yang Bakal Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Berdasarkan Overview Global Islamic Economy (GIE) yang mengukur kekuatan ekonomi syariah di 73 negara, Indonesia menempati peringkat ke-5 pada GIE 2019/2020.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  12:55 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan saat acara peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan saat acara peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terdapat empat sektor utama yang dikembangkan di kawasan industri halal untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

Airlangga mengatakan empat sektor tersebut di antaranya adalah makanan dan minuman, fesyen, farmasi, dan kosmetik. Kendati demikian, tidak menutup kepada sektor lainnya. 

Berdasarkan Overview Global Islamic Economy (GIE) yang mengukur kekuatan ekonomi syariah di 73 negara, Indonesia menempati peringkat ke-5 pada GIE 2019/2020. Indonesia masih kalah dengan Malaysia, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.

Capaian tersebut mengalami perbaikan dari setahun sebelumnya yakni di posisi 10 pada 2018/2019.

Kendati demikian, untuk beberapa sektor prioritas masih tertinggal. "Yang kita masih harus mengejar adalah di top 10 halal food, Indonesia masih belum masuk," ujar Airlangga saat konferensi pers acara Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia, Sabtu (24/10/2020).

Begitupula di sektor farmasi dan kosmetika, lanjutnya, Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan karena belum masuk 10 besar.

Di sektor pariwisata halal, Indonesia berada di posisi ke-3, masih kalah dengan UEA dan Turki. Namun, di kategori fesyen, Indonesia cukup unggul dengan posisi nomor dua di bawah Turki. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pengembangan kawasan industri halal dapat meningkatkan kapasitas produksi produk halal Indonesia. Semakin terintegrasinya industri halal, diharapkan produk halal lebih berkualitas serta berdaya saing global.

"Indonesia baru menjadi konsumen saja, belum produsen. Maka kami ingin mengembangkan Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia," katanya.

Saat ini sudah ada enam kawasan yang berproses sebagai kawasan industri halal ke Kementerian Perindustrian. 

Keenam di antaranya adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Kawasan Industri Bintan Inti di Kepulauan Riau.

Tiga lainnya adalah Kawasan Industri Batamindo di Batam Kepulauan Riau, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung dan Kawasan Industru Surya Borneo di Kalimantan Tengah. 

Adapun yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri halal oleh Kementerian Perindustrian yaitu Modern Cikande Industrial Estate dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto kawasan industri halal Ma'ruf Amin wapres ma'ruf amin
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top