Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Guru Dipenggal di Prancis, Polisi Tahan Empat Siswa

Pembunuhan brutal itu mengejutkan Prancis, sehingga puluhan ribu orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di seluruh negeri.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  07:33 WIB
Samuel Paty, seorang guru di Prancis yang kepalanya dipenggal akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa
Samuel Paty, seorang guru di Prancis yang kepalanya dipenggal akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Empat siswa ditahan bersama 15 orang lainnya di Prancis setelah kepala seorang guru dipenggal.

Guru tersebut bernama Samuel Paty. Kepalanya dipenggal akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Tahanan lainnya termasuk empat anggota keluarga si pembunuh, seorang orangtua murid dan seorang radikal Islam yang terkenal.

Polisi melakukan sekitar 40 penggerebekan di rumah-rumah tersangka kemarin dan akan lebih banyak penggerebekan lainnya.

Pembunuhan brutal itu mengejutkan Prancis, sehingga puluhan ribu orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di seluruh negeri pada Minggu (18/10/2020), untuk menghormati Paty dan membela kebebasan berbicara.

Upacara penghormatan kepada Paty, yang berusia 47 tahun, akan diadakan di Universitas Sorbonne di Paris pada Rabu (21/10/2020).

Seorang pria bernama Abdoulakh A yang berusia 18 tahun ditembak mati oleh polisi pada hari Jumat (16/10/2020) setelah membunuh Paty di dekat sekolahnya di Conflans-Sainte-Honorine, pinggiran barat laut Paris.

Empat siswa sekolah yang diduga telah membantu mengidentifikasi Paty dengan imbalan pembayaran telah ditahan, kata sumber pengadilan seperti dikutip BBC.com, Selasa (20/10/2020).

Dengan demikian kini terdapat 15 orang yang ditahan setelah pembunuhan itu.

Kakek, orang tua, dan saudara laki-laki berusia 17 tahun dari si pembunuh ditahan tak lama setelah serangan mengerikan itu.

Sedangkan, ayah dari seorang murid yang dilaporkan meluncurkan kampanye online melawan Paty dan seorang pengkhotbah yang digambarkan oleh media Prancis sebagai seorang Islam radikal termasuk di antara enam orang yang ditangkap pada Sabtu (17/10/2020).

Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin menuduh kedua pria itu mengeluarkan "fatwa" terhadap guru itu.

Sedangkan belasan penggerebekan kemarin yang menargetkan tersangka radikal Islam tidak selalu terkait dengan penyelidikan pembunuhan Paty.

Darmanin mengatakan polisi akan mewawancarai sekitar 80 orang yang diyakini telah mengirim pesan untuk mendukung pembunuhan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis guru
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top