Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Tolak Proposal AS Mendaratkan Pesawat Pengawas Pantai di Nusantara

P-8 memainkan peran sentral dalam mengawasi aktivitas militer China di Laut China Selatan,
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  13:47 WIB
Salah satu pesawat pengawai pantai P-8 Poseidon milik AS. - Sumber: AP Australia
Salah satu pesawat pengawai pantai P-8 Poseidon milik AS. - Sumber: AP Australia

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia tahun ini menolak proposal Amerika Serikat untuk mengizinkan pesawat pengawas maritim P-8 Poseidon mendarat dan mengisi bahan bakar di wilayahnya.

Menurut empat pejabat senior Indonesia yang mengetahui masalah tersebut, para pejabat AS membuat beberapa pendekatan "tingkat tinggi" pada Juli dan Agustus kepada Menteri Pertahanan dan Luar Negeri Indonesia sebelum Presiden Indonesia, Joko Widodo, menolak permintaan tersebut.

Perwakilan Departemen Pertahanan AS dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menolak berkomentar.

Proposisi yang muncul ketika AS dan China meningkatkan persaingan mereka untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tenggara, kata para pejabat tersebut,  mengejutkan Pemerintah Indonesia karena Indonesia memiliki kebijakan netralitas kebijakan luar negeri yang sudah lama ada. Indonesia tidak pernah mengizinkan militer asing beroperasi di sana.

P-8, tulis Associated Press Australia seperti dikutip www.canberratimes.com.au, Selasa (20/10/2020), memainkan peran sentral dalam mengawasi aktivitas militer China di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh Beijing sebagai wilayah kedaulatannya.

Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei memiliki klaim tandingan atas perairan yang kaya sumber daya itu, yang dilalui perdagangan senilai US$3 triliun setiap tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top