Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rizieq Shihab Gaungkan Revolusi, FPI: Ada yang Takut Hilang Jabatan

Munarman mengatakan Presiden Joko Widodo pun menggaungkan istilah revolusi, yang dikenal dengan 'Revolusi Mental'.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  10:57 WIB
Munarman - Istimewa
Munarman - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menjelaskan makna revolusi yang digaungkan imam besar FPI Rizieq Shihab.

Pernyataan revolusi  ini digaungkan oleh Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Rizieq disebut bakal menggaungkan revolusi sepulangnya ke Indonesia.

Munarman menjelaskan bahwa revolusi yang dimaksud adalah revolusi akhlak.

Dia pun heran pekikan revolusi tersebut dipermasalahkan. Pasalnya, kata Munarman, Presiden Joko Widodo pun menggaungkan istilah revolusi, yang dikenal dengan 'Revolusi Mental'.

Secara definisi, jelas Munarman, revolusi itu adalah perubahan yang cepat.

"Kalau rezim Pak Jokowi dengan pimpinan Pak jokowi membuat slogan revolusi mental, maka Habib Rizieq menyuarakan dan membawa serta akan memimpin revolusi akhlak," kata Munarman dalam keterangannya dikutip dari kanal YouTube Front TV, Senin (19/10/2020).

Bisnis telah mengonfirmasi pernyataan tersebut ke Munarman, dan mempersilakan agar pernyataannya dikutip.

Dia menjelaskan bahwa revolusi akhlak itu adalah dengan meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW. Misalnya, akhlak yang tadinya tidak suka salat, direvolusi menjadi rajin salat.

"Menjadi akhlak kepada Rasulullah, akhlak yang berdasarkan Alquran dan assunnah, akhlak yang dari orang suka bohong direvolusi jadi tidak bohong, orang yang tidak suka salat menjadi orang yang suka salat, orang yang suka khianat jadi tidak khianat, itu yang mau diajak oleh Habib Rizieq, revolusi orang yang terjajah menjadi tidak tertindas, orang yang dizalimi jadi orang yang bebas dari penzaliman," papar Munarman.

Dia pun menjelaskan bahwa pernyataan revolusi tersebut tidak perlu dipersoalkan, dan menduga  ketakutan akan kata-kata revolusi ini lantaran ada status quo yang coba dipertahankan oleh penguasa.

"Saya kira upaya melesetkan, menggiring opini supaya miss leading terhadap kata-kata revolusi ini yang harus dicegah, karena Bung Karno juga mencetuskan kata-kata revolusi, kemudian Pak Jokowi juga menyatakan kata-kata revolusi, jadi kata-kata revolusi tidak ada yang salah, karena perubahan yang cepat," paparnya.

Munarman juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan atara revolusi dan makar. Menurut Munarman, ihwal makar itu diatur ada diatur di KUHAP Pasal 104,106, dan 107.

"Jadi kalau dicoba-coba digiring untuk hal-hal ke seperti itu, saya kira ada pihak-pihak tertentu yang ketakutan sendiri kehilangan jabatannya, saya kira begitu," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top