Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seni ala 'Rumahan' dan Momentum Berkarya Lebih Kontemplatif di Era Pandemi

Seniman Tisna Sanjaya menemukan sebuah nuansa baru dalam berkarya di tengah pandemi, yakni sebi yang lebih kontemplatif, lebih nyaman, lebih akrab, tidak berjarak,
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  16:14 WIB
Seniman Tisna Sanjaya melakukan performance art bertajuk Seni Untuk KPK, di kawasan Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/7).JIBI/Bisnis - Rachman
Seniman Tisna Sanjaya melakukan performance art bertajuk Seni Untuk KPK, di kawasan Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/7).JIBI/Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Berkreativitas secara 'rumahan' di era pandemi Covid-19 ternyata tetap mampu menghadirkan karya seni yang segar. 

Ini membuktikan bahwa hal-hal di sekitar rumah yang sering kali tak tersentuh dan tak terpikirkan sebelumnya, ternyata bisa jadi sumber inspirasi baru. 

Pelukis sekaligus Dosen FSRD ITB Tisna Sanjaya mempraktikkannya lewat banyak belajar dan berkomunikasi kepada keluarga dekat. 

Pria yang kerap menggunakan bahan-bahan alami dalam melukis ini pun mengaku mendapatkan ilmu dan inspirasi baru, bahkan hanya dari sebuah karedok atau sambal yang dibuat bersama sang istri. 

"Bahan-bahan itu dieksplorasi menjadi karya seni. Jadi seninya, Seni Rumahan, justru menarik karena ada partisipasi dengan istri, anak, keluarga. Inilah Seni baru kalau dari situasi sekarang, lebih kontemplatif, lebih nyaman, lebih akrab, tidak berjarak," ujarnya dalam Talkshow Media Center Satgas Covid-19, Sabtu (17/10/2020). 

Seniman yang kesehariannya selama pandemi ini mengajar secara daring ini pun mengaku banyak mahasiswanya yang lebih kreatif dan inovatif dalam berkarya. 

Misalnya, lebih sanggup bersolidaritas dengan elemen seniman lain di luar daerahnya, atau mengumpulkan dana hasil pameran untuk bantuan sosial. 

Tisna pun menjelaskan bahwa hal ini akibat era pandemi dan banyaknya waktu di rumah, merupakan momentum tepat agar lebih kontemplatif. 

"Ini adalah momentum kita untuk menemukan yang terdalam, dalam bahasa Sundanya 'jero', atau ke dalam. Ada beberapa karya cetak tubuh, sehingga ada [mengisyaratkan] evaluasi pada diri. Ada juga karya ketika Idul adha yang harus di rumah, sembahyang, ada lukisan yang terinspirasi ibadah dari rumah. Ketika ceramah jamaahnya hanya istri dan anak," ungkapnya. 

Menurutnya, pandemi ini pula merupakan momentum agar imajinasi dan seni sanggup menghasilkan efek yang bermanfaat bagi masyarakat dan nilai kelokalan Indonesia. Seni untuk menggerakkan perubahan. 

Turut hadir dalam talkshow ini, penyanyi Rando Sembiring, Juara Bintang Radio Indonesia dan ASEAN yang mengaku seniman memang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. 

Sebagai penyanyi, walaupun tak lagi bisa merasakan sensasi tepuk tangan penonton secara langsung, atau adrenalin ketika bernyanyi bersama mereka, seniman harus terus membawa pesan positif dan sukacita.

#satgasCovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top