Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Infeksi Meluas, Eropa Kembali Perketat Pembatasan

Mulai dari Ceko, Belanda, hingga Inggris mulai melakukan pembatasan ketat dengan kembali menutup bar, pub serta kafe hingga sekolah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  10:29 WIB
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Eropa kembali memberlakukan pembatasan dalam upaya menahan rekor peningkatan kasus virus Corona.

Saat ini, Republik Ceko telah menutup sekolah dan Belanda menghentikan hampir semua aktivitas malam hari. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengumumkan lockdown sebagian kemarin malam sebagai langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan virus.

Penjualan alkohol dilarang setelah jam 8 malam. Bar, restoran, dan kedai kopi akan ditutup sama sekali. Warga juga didesak untuk menghindari transportasi umum jika memungkinkan.

"Fakta tidak berbohong, kita harus lebih ketat untuk diri kita sendiri, dan lebih tegas pada perilaku kita sendiri,” kata Rutte, dilansir Bloomberg, Rabu (14/10/2020).

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge memperingatkan bahwa penguncian total bisa menjadi langkah selanjutnya jika tindakan baru tidak berhasil.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa bar dan pub akan ditutup di bagian paling parah di Inggris mulai hari ini. Penasihat kesehatan sebelumnya telah memperingatkan bahwa langkah itu tidak akan cukup. Adapun oposisi Partai Buruh menyerukan penguncian singkat untuk menghentikan penularan, tetapi Johnson menolak lockdown nasional.

Otoritas kesehatan Irlandia sedang mempertimbangkan untuk merekomendasikan pembatasan tambahan untuk Dublin dan distrik yang dekat dengan perbatasan Irlandia Utara, di mana penguncian selama enam minggu sedang dibahas.

Di Jerman, kasus virus Corona baru meningkat pada laju tercepat sejak puncak pandemi, Ekonomi terbesar di kawasan itu akan mengevaluasi langkah selanjutnya hari ini.

"Saya mengamati dengan penuh perhatian jumlah infeksi yang meningkat, sebenarnya di hampir setiap bagian Eropa. Kami tidak bisa menyia-nyiakan pencapaian kami dalam beberapa bulan terakhir," kata Kanselir Angela Merkel.

Hari ini Merkel akan bertemu dengan perdana menteri dari 16 negara bagian Jerman untuk memutuskan tindakan seperti pengujian di panti jompo dan mengisolasi wisatawan dari daerah berisiko tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)dalam laporan terbarunya menyatakan Eropa mencatatkan 700.000 kasus baru pekan lalu, terbesar sejak pandemi dimulai. Namun alih-alih memberlakukan kembali pembatasan nasional, para pejabat fokus pada tindakan lokal di tengah kekhawatiran tentang ekonomi yang melemah lagi dan memicu kerusuhan.

Angka rawat inap dan kematian yang relatif rendah telah memicu penolakan publik terhadap pembatasan yang lebih keras. Namun, pihak berwenang memperkirakan jumlah kasus yang parah meningkat karena lebih banyak orang tua yang terinfeksi dan telah memperingatkan warga bahwa infeksi masih menyebar luas.

"Kita harus sangat berhati-hati sekarang," kata Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO.

Sementara itu, Uni Eropa melonggarkan aturan bantuan untuk membantu melawan dampak ekonomi dari krisis. Blok tersebut juga berusaha untuk memberikan beberapa kejelasan pada serangkaian aturan perjalanan yang membingungkan, menandatangani ambang umum untuk memberlakukan pembatasan masuk.

Di bawah rencana tidak mengikat, perjalanan tanpa batasan akan diizinkan antar wilayah dengan kurang dari 25 kasus baru per 100.000 orang selama 14 hari sebelumnya, dan dengan kurang dari 4 persen tes menunjukkan hasil positif. Namun, tidak ada negara anggota yang saat ini berada di bawah ambang batas itu.

Republik Ceko, di antara negara-negara yang menghadapi lonjakan tercepat dalam beberapa pekan terakhir, melarang konsumsi alkohol di tempat umum, membatasi pertemuan di luar ruangan untuk enam orang dan menutup sekolah, restoran, dan bar hingga awal November.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte kemarin mulai memberlakukan langkah-langkah baru termasuk menutup baru dan restoran pada tengah malam, melarang orang berkumpul di atas jam 9 malam, dan membatasi resepsi untuk acara-acara seperti pernikahan dan pembaptisan untuk 30 orang.

"Serangkaian peraturan terbaru akan membutuhkan pengorbanan baru," kata Conte.

Dia menegaskan kembali bahwa tujuan pemerintah adalah untuk menghindari penguncian yang melumpuhkan dan bahwa untuk melindungi ekonomi dan kesehatan masyarakat pada saat yang sama, warga perlu menaati aturan ini.

Setelah menempatkan enam kota termasuk Paris dalam siaga maksimum, Presiden Prancis Emmanuel Macro akan mengumumkan pembatasan tambahan yang direncanakan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Virus Corona Lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top