Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BKN: Adaptasi Kebiasaan Baru Akan Permanen Meski Covid-19 Hilang

Pandemi menyebabkan masyarakat melakukan berbagai adaptasi kenormalan baru. Beberapa di antaranya penerapan protokol kesehatan, hingga cara kerja masyarakat dalam aktivitasnya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  19:59 WIB
Ilustrasi-Warga mencuci tangan  - ANTARA FOTO/Maulana Surya\n
Ilustrasi-Warga mencuci tangan - ANTARA FOTO/Maulana Surya\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menyebut dampak Covid-19 akan terasa secara permanen meskipun pandemi ini diperkirakan berakhir dalam beberapa tahun mendatang.

Dia mengatakan, pandemi menyebabkan masyarakat melakukan berbagai adaptasi kenormalan baru. Beberapa di antaranya penerapan protokol kesehatan, hingga cara kerja masyarakat dalam aktivitasnya.

Hingga kini menurutnya, belum ada formula new normal yang dapat dikatakan paling efektif. Pasalnya belum ada seorangpun punya pengalaman dengan kenormalan baru. Semuanya berlomba untuk mencoba berbagai bentuk adaptasi.

“Sekarang ini orang berubah, bagaimana sih kita beradaptasi dengan new normal ini. Karena walaupun mungkin Covid-19 akan hilang 3 - 4 tahun lagi, tapi dampaknya akan permanen untuk ke depan. Nggak akan berubah lagi,” katanya saat Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Internasional, Jumat (9/10/2020).

Dari kondisi ini, dia menilai akan ada orang-orang yang menyukai perubahan yang ada. Meski mayoritas masyarakat masih menunggu atau menunda sebuah perubahan, adaptasi kenormalan baru merupakan sebuah keniscayaan.

Di sisi lain, Bima Haria mengaku BKN membutuhkan pendampingan dari pelbagai pihak untuk membangun adaptasi kebiasaan baru. Pasalnya di Indonesia Belum ada model yang sepenuhnya dapat menjadi acuan.

“Inovasi itu perlu dicoba, tapi bagaimana kita bisa menghasilkan inovasi dengan cara yang aman. Kita perlu banyak diskusi, lets try,” tuturnya.

Pada diskusi yang sama, Kepala BKN juga menyebut banyak profesi yang akan berubah bentuk pada 10 tahun mendatang termasuk Pegawai Negeri Sipil. Dia memperkirakan, profesi PNS akan hilang dalam 10 tahun mendatang.

“Ini tidak ada lagi yang sakral untuk berubah. Dan saya harus siap dengan konsep seperti itu. Karena itu yang menjadi pertanyaan, apa iya PNS itu adalah full time job, 8 to 5 begitu. Mungkin tidak lagi. Ke depan 10 tahun lagi mungkin tidak akan seperti itu.”

“Mungkin tidak ada PNS, mungkin semuanya P3K [pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja]. Karena tidak diperlukan lagi PNS ke depan. Nah pekerjanya pun akan berubah juga, ada pola interaksi,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkn Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top