Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Trump, Pasien Covid-19 Minta Ikut Gabung Uji Klinis Antibodi Regeneron

Para ahli kedokteran mengatakan data lebih banyak dibutuhkan untuk menilai kemanjuran perawatan itu sebelum pemakaian yang lebih luas diperbolehkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  11:52 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dari dalam kamar perawatanya di rumah sakit militer di luar Washington. - Antara/Reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dari dalam kamar perawatanya di rumah sakit militer di luar Washington. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Para pasien meminta bergabung dalam uji klinis obat Covid-19 berbasis antibodi setelah Presiden AS Donald Trump dirawat pekan lalu dengan terapi eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals Inc.

Trump pada Rabu (7/10/2020) berjanji untuk menggratiskan obat itu bagi warga Amerika seraya menggembar-gemborkan manfaatnya.

Para ahli kedokteran mengatakan data lebih banyak dibutuhkan untuk menilai kemanjuran perawatan itu sebelum pemakaian yang lebih luas diperbolehkan.

Trump meninggalkan rumah sakit pada Senin (5/10/2020) malam, hanya beberapa hari setelah didiagnosis Covid-19 yang menyebabkan radang paru, sehingga kadar oksigen darahnya turun.

Menurut dokter yang merawat Trump, uji darah pada Senin (5/10/2020), menemukan bahwa antibodi yang melawan infeksi, yang oleh juru bicara Regeneron, dikatakan mungkin berasal dari pengobatan itu. 

Dorong Izin Pemakaian

Dalam satu video yang diambil di luar Gedung Putih, Trump memuji terapi Regeneron yang membuatnya merasa jauh lebih baik ketimbang saat pertama kali didiagnosis Covid-19.

Trump juga mengatakan dia akan mendorong izin pemakaian darurat (EUA) bagi pengobatan itu, dan pengobatan lain sejenis. Dia salah menyebut obat itu bernama Regeneron.

Regeneron mengatakan pihaknya sedang berbicara dengan Badan Obat dan Makanan AS mengenai EUA untuk ramuan dua antibodi monoklonalnya--salinan antibodi pabrik yang merupakan satu dari senjata utama yang sistem kekebalan hasilkan untuk melawan infeksi.

Perusahaan itu sejauh ini mengeluarkan beberapa data awal yang mengarah pada janji atas terapinya melawan Covid-19, dan para dokter khawatir pengobatan Trump dan promosi setelahnya dapat memberikan tekanan pada regulator.

Dr. Gary Kleiner, ahli ilmu kekebalan anak pada Sekolah Kedokteran Miller Universitas Miami dan penyelidik dalam satu percobaan yang dirancang untuk mengetahui apakah antibodi Regeneron dapat mencegah infeksi Virus Corona, mengatakan dia didekati oleh para pasien yang mencari obat itu sejak pekan lalu.

Perlu Hati-Hati

Dr. Dirk Sostman, kepala jaringan riset di Rumah Sakit Methodist Houston, tempat percobaan untuk program-program antibodi Regeneron dan Eli Lilly & Co, mengatakan lebih banyak pasien meminta untuk ambil bagian dalam percobaan antibodi. 

Dia berhati-hati mengenai pemakaian yang lebih luas tanpa data lebih banyak lagi.

"Semua yang kami lihat adalah rilis berita yang sangat singkat...jadi tak banyak yang bisa ditindaklanjuti," katanya.

"Politik situasi saat ini memberi isyarat pada saya bahwa cerita itu dapat berupa Trump mengidap Covid-19...lalu teknologi Amerika yang didukung pemerintahan Trump menyembuhkan Covid-19," tambah Sostman.

"Saya pikir akan ada tekanan pada para regulator."

Ahli utama penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci, berbicara pada Senin (5/10/2020) di CNN, mengatakan dia "sangat curiga" bahwa obat Regeneron menyumbang pada kemajuan Trump.

"Jelaslah kita tak dapat membuktikan itu sampai kita melakukan sejumlah telaah untuk menunjukkan bahwa obat itu betul-betul berperan," katanya.

Para dokter menekankan bahwa lini masa untuk penyakit Trump tak sepenuhnya jelas.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top