Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hong Kong Kembali Terbitkan iBonds, Obligasi Terkait Inflasi

iBonds memiliki tingkat bunga minimal 2 peren, lebih tinggi dari obligasi serupa sebelumnya. Pembayaran dilakukan setiap enam bulan dan suku bunga dikaitkan dengan tingkat inflasi tahunan rata-rata dari Indeks Harga Konsumen Komposit Hong Kong.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  10:48 WIB
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong berencana untuk menerbitkan obligasi terkait inflasi (inflation-linked bond) dan obligasi perak senilai HK$13 miliar (US$1,7 miliar) untuk mendorong penduduk mengambil bagian dalam perkembangan keuangan kota.

Dilansir Bloomberg, Senin (5/10/2020), Sekretaris Keuangan Paul Chan mengatakan pemerintah mengeluarkan sekitar HK$60 miliar dari obligasi yang disebut iBonds dari 2011 hingga 2016 dan menarik total lebih dari 500.000 pembeli.

Obligasi iBonds memiliki tingkat bunga minimal 2 peren, lebih tinggi dari obligasi serupa sebelumnya. Pembayaran dilakukan setiap enam bulan dan suku bunga dikaitkan dengan tingkat inflasi tahunan rata-rata dari Indeks Harga Konsumen Komposit Hong Kong.

Pemerintah juga akan menerbitkan obligasi perak untuk lansia berusia 65 tahun ke atas. Otoritas Moneter Hong Kong akan secara remi meluncurkan iBonds sore ini.

Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan perusahaan pasar berkembang dan pemerintah telah menjual rekor sekitar US$530 miliar dolar obligasi dalam mata uang euro tahun ini. Para debitur memanfaatkan likuiditas global karena bank sentral mencoba mengimbangi dampak pandemi.

Ibonds adalah adalah obligasi indeks inflasi ritel dolar Hong Kong yang diterbitkan oleh pemerintah Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Inflasi hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top