Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelombang Kedua Covid-19 Menyerang, Belanda Perketat Pembatasan Sosial 

Pembatasan termasuk waktu tutup lebih awal untuk bar dan restoran dan pembatasan perjalanan antara kota-kota besar.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 29 September 2020  |  14:00 WIB
Denhaag
Denhaag

Bisnis.com, Jakarta - Pemerintah Belanda mengumumkan serangkaian pembatasan baru untuk memperlambat kasus infeksi virus corona gelombang kedua.

Pembatasan termasuk waktu tutup lebih awal untuk bar dan restoran dan pembatasan perjalanan antara kota-kota besar.

Aturan-aturan tersebut, mencakup pengetatan penggunaan masker kain yang lebih luas untuk masyarakat di Amsterdam dan kota-kota besar lainnya. Hal ini dilakukan ketika tingkat infeksi baru setiap hari telah melewati puncaknya bahkan melampui data pada bulan April.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan langkah tersebut tidak dapat dihindari karena  tingkat kecepatan penyebaran virus.

"Tentu tindakan ini akan berdampak negatif pada ekonomi," Ujar Rutte dalam konferensi pers yang disiarkan televisi seperti yang dikutip dari straitstimes.com.

"Tapi membiarkan virus menyebar akan memiliki konsekuensi yang lebih besar, termasuk kerusakan ekonomi," tambahnya.

Sektor bisnis diinstruksikan agar karyawan bekerja dari rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Sedangkan bar dan restoran harus tutup pukul 10 malam.

Orang-orang diimbau untuk menghindari perjalanan yang tidak penting antara kota-kota yang menjadi hot spot COVID seperti Amsterdam, Rotterdam, dan Den Haag. Toko retail di kota-kota tersebut akan diperbolehkan untuk menolak pelanggan yang tidak memakai masker.

Acara olahraga akan ditutup untuk umum dan pertemuan dibatasi hingga 40 orang. Sedangkan pertemuan sosial di rumah harus dibatasi untuk tiga orang tamu.

Institut Kesehatan Nasional (RIVM) pada hari Senin melaporkan 2.914 kasus baru, sedikit di bawah rekor sepanjang masa hari Minggu sebanyak 2.995.

Jumlah orang yang sedang menjalani rawat inap maupun tingkat kematian berada di bawah level di bulan April, tetapi kepala unit perawatan intensif negara itu memperingatkan bahwa prosedur yang tidak penting akan ditunda untuk memberi jalan bagi pasien Covid-19 lagi mulai akhir pekan ini.

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge mengatakan jumlah infeksi diproyeksikan dapat meningkat menjadi 5.000 per hari dari angka saat ini yaitu 3.000 sebelum peraturan tersebut dapat berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanda pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top