Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belasan Petugas Tambang Tewas Keracunan Karbon Monoksida di China

Kebakaran di tambang bawah tanah menyebabkan terbentuknya karbon monoksida melebihi batas keamanan, lalu menjebak 17 orang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 September 2020  |  16:27 WIB
Aktivitas tambang bawah tanah -  Bloomberg
Aktivitas tambang bawah tanah - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 16 orang tewas dan satu orang kritis setelah terperangkap di tambang batu bara bawah tanah di Chongqing, China pada Minggu (27/9/2020).

Dilansir dari Xinhua, kejadian ini terjadi di tambang batu bara Songzao, milik perusahaan lokal di Distrik Qijiang pada Minggu pagi.

Kebakaran di tambang bawah tanah menyebabkan terbentuknya karbon monoksida melebihi batas keamanan, lalu menjebak 17 orang.

"Di antara mereka, 16 orang telah dipastikan tewas. Sementara seorang lainnya sedang dirawat di rumah sakit. Penyebab kejadian ini masih diselidiki," kata pemerintah Qijiang.

Saat ini tim SAR China tengah berupaya melakukan evakuasi korban di area tambang.

Dikutip dari Channel News Asia, sebanyak tujuh petugas tambang tewas di Chongqing setelah segmen penghubung sebuah lompatan putus dan jatuh dari poros pada Desember 2018.

Pada Oktober 2018, sebanyak 21 petugas tambang sebelumnya juga dilaporkan meninggal dunia di Provinsi Shandong setelah tambang bawah tanah runtuh dan menutup terowongan sehingga mereka semua terjebak di dalam. Hanya ada satu orang yang selamat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tambang
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top