Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Arab Saudi Percepat Pemulihan Sektor Pariwisata

Pariwisata menjadi salah satu sektor penting bagi Arab Saudi dalam mendiversifikasi ekonomi agar tidak tergantung pada minyak.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 27 September 2020  |  06:54 WIB
Bendera Arab Saudi - Flag Shop
Bendera Arab Saudi - Flag Shop

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan kebangkitan sektor pariwasata dalam waktu cepat dan tidak merevisi target jumlah wisatawan untuk 2021, walaupun ada pandemi virus corona.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (27/9/2020), Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al-Khateeb mengatakan seiring dengan rencana pemerintah menyiapkan pembukaan pintu kembali untuk para turis mancanegara pada Januari tahun depan, negara ini menggunakan kepemimpinannya di G-20 untuk memfasilitasi perbaikan bisnis perjalanan global.

"Kalau Arab Saudi membuka pintu perbatasan, kami akan berlari dengan kencang. Ini adalah rencana kami," kata Al-Khateeb, yang juga merupakan seorang penasehat penting Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dia meyakini orang-orang ingin melakukan perjalanan dan akan kembali melanjutkan aktivitas ini. Namun, diperlukan koordinasi antarnegara.

Pandemi Covid-19 memaksa Arab Saudi untuk menutup pintunya bagi wisatawan asing pada Maret 2020. Kebijakan ini pun menggagalkan ambisi pemerintah untuk memperluas industri pariwisata, enam bulan setelah mengizinkan wisatawan mengunjungi negara itu untuk pertama kalinya.

Al-Khateeb menambahkan saat jumlah wisatawan internasional anjlok, angka turis domestik justru melampaui proyeksi pemerintah dan membantu mengkompensasi penurunan dari pengunjung global.

Adapun, pariwisata menjadi salah satu sektor penting bagi Arab Saudi dalam mendiversifikasi ekonomi agar tidak tergantung pada minyak. Pandemi corona pun telah memukul ekonomi secara global, termasuk sektor pariwisata.

Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia (World Travel and Tourism Council) pun memperkirakan akibat pandemi, sebanyak 100 juta pekerjaan di bidang ini hilang.

Target pemerintah Arab Saudi terkait dengan jumlah wisatawan pada 2021 tidak akan berubah, lanjut Al-Khateeb. Pemerintah pun masih berencana untuk melakukan ekspansi sektor ini demi menyumbang 10 persen dari pertumbuhan ekonomi pada 2030.

"Kami bangun ekosistem, kami juga telah memiliki kampanye internasional, begitu pula dengan pengembangan pengalaman wisatawan dan kami siap untuk mencapai apa yang telah ditargetkan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata arab saudi wisatawan

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top