Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia Makin Waspada dengan Prospek Kemenangan Joe Biden

Jumlah swing voters Pilpres AS 2020 menurun ketimbang 2016, sehingga tak banyak intervensi yang bisa dilakukan Rusia untuk mengubah peta dukungan warga AS.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 25 September 2020  |  16:47 WIB
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia semakin waspada dengan prospek kemenangan calon Presiden AS dari partai Demokrat, Joe Biden, dalam Pilpres AS 2020.

Menurut sumber dalam dari lingkaran Kremlin sebagaimana diwartakan Bloomberg Jumat (25/9/2020), saat ini para penasihat Vladimir Putin tengah merundingkan kemungkinan berbagai penyesuaian yang harus dilakukan seandainya Biden menjadi presiden AS berikutnya.

"Kremlin semakin was-was terhadap prospek Gedung Putih tanpa Trump. Rusia sedang mencoba menyimpulkan bagaimana dampaknya terhadap isu-isu sensitif, dari mulai masalah nuklir, hubungan dengan China, ekspor energi, hingga konflik global," kata sumber tersebut.

Gleb Pavlovsky, mantan penasihat Kremlin, mengatakan bahwa pernyataan tersebut bisa jadi akurat. Apalagi berdasarkan pandangannya, Pavlosky meyakini Rusia akan mengurangi intervensinya tahun ini, sehingga bekingan dukungan terhadap Trump dipastikan bakal berkurang.

"Belum jelas apa kira-kira hal yang bisa mereka [Kremlin] tawarkan untuk membantu Trump, tapi pastinya mereka tidak akan melakukan hal-hal yang bisa memprovokasi skandal besar. Mereka tak ingin memancing efek bumerang," tutur Pavlosky.

Tahun ini, Pilpres AS memang sedikit berbeda dari Pilpres 2016 lalu. Pada Pemilu kali ini warga AS sudah jauh lebih terpolarisasi. Jumlah swing voters diperkirakan menurun signifikan, sehingga tak banyak yang bisa dilakukan Putin untuk mengubah persepsi publik dan menggeser peta dukungan.

Mayoritas survei elektabilitas di AS masih mengunggulkan Biden ketimbang Trump.

Pemungutan suara Pilpres AS bakal dilakukan pada November mendatang. Saat ini, Pilpres AS tengah memasuki tahap kampanye.

Sebelum hari pemungutan, kedua calon, Joe Biden dan Donald Trump juga masih akan melalui 3 debat terbuka. Debat dijadwalkan berlangsung pada 29 September, 15 Oktober, dan 22 Oktober 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia Donald Trump Pilpres as 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top