Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Positif di Bodebek Naik, Luhut: Awasi Kegiatan Masyarakat

Menko meminta ada pembatasan orang dalam suatu tempat dan mengimbau TNI, Polri, dan Satpol PP mengawasi kegiatan masyarakat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 September 2020  |  22:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan (kanan)Selasa (8/1/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan (kanan)Selasa (8/1/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta pada periode 12 - 23 September 2020 menunjukkan tren pelambatan.

Namun, di  wilayah penyangga Ibu Kota yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menunjukkan hal sebaliknya.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan meminta agar kedisiplinan untuk menangani angka pertumbuhan Covid-19 terus ditegakkan.

“Aktivitas warga DKI Jakarta yang karena PSBB pergi ke restoran atau ke kafe di wilayah Bodetabek, artinya perlu pengetatan protokol kesehatan di sana untuk pengendalian Covid,” ujar Luhut seperti dikutip Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2020).

Setelah 10 hari mengawal perkembangan penularan virus Covid-19, Jodi mengatakan bahwa Menko Luhut ingin agar ada sinkronisasi kebijakan di seluruh Jabodetabek untuk mengendalikan penyebaran virus.

Pertama, sambung Jodi, Menko meminta ada pembatasan orang dalam suatu tempat dan mengimbau TNI, Polri, dan Satpol PP mengawasi kegiatan masyarakat. Terutama, ujar Jodi, jika ada kerumunan, termasuk klaster perkantoran.

Adapun, setelah DKI Jakarta tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tren kasus harian di Ibu Kota cenderung stabil.

Pada periode 30 Agustus hingga 11 September 2020, peningkatan kasus aktif di Jakarta tercatat 49 persen.

Namun pada 12 - 23 September 2020 peningkatan kasus aktif turun menjadi 12 persen.

Tren positif juga terjadi di Jawa Barat. Pada 14 - 20 September 2020, dari 27 kabupaten/kota, hanya ada tiga daerah masuk dalam zona merah yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kota Cirebon.

“Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, di Jabar [tingkat kematian] 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen dan ini sudah membaik secara umum," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabodetabek Luhut Pandjaitan covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top