Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pidato di Sidang Umum PBB, Jokowi: Semua Negara Harus Dapat Akses Vaksin

Presiden Jokowi mengajak PBB untuk memastikan semua negara mendapatkan vaksin Covid-19.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 23 September 2020  |  08:07 WIB
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Kementerian Luar Negeri
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Kementerian Luar Negeri

Bisnis.com, JAKARTA - Gotong royong melawan pandemi Covid-19 menjadi salah satu isu besar yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-75. Menurutnya vaksin akan menjadi penentu kemenangan dunia dalam perang melawan pandemi.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak PBB untuk memastikan semua negara mendapatkan vaksin.

“Kita harus bekerja sama untuk memastikan, bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau,” kata Jokowi dalam pidato secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Adapun, saat ini dunia tengah berlomba memproduksi vaksin Covid-19. Indonesia dalam hal ini membuka dua jalur utama, yakni berkerja sama dengan negara lain dan secara mandiri menciptakan antivirus dari mutasi virus Corona yang berkembang di Indonesia.

Pada 2021, Bio Farma yang berkerja sama dengan perusahaan China, Sinovac, menargetkan mampu memproduksi 270 juta vaksin untuk Indonesia. Selain itu, pengadaan vaksin melalui kerja sama internasional juga akan dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) dengan Sinofarm Group 42 dari Uni Emirat Arab (UEA).

Selanjutnya atau terakhir adalah vaksin hasil kerja sama antara PT Kalbe Farma Tbk. dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc.

Sementara itu, vaksin Merah Putih buatan lokal akan memasuki fase produksi massal pada kuartal IV/2021. Pengembangan bibit calon vaksin Merah Putuh tersebut dilakukan oleh Lembaga Biologi Mokuler Eijkman. Nantinya, PT Bio Farma (Persero) akan melanjutkan tahap uji klinis satu hingga tiga mulai awal tahun depan.

Perusahaan pelat merah ini juga dipercaya untuk memproduksi vaksin tersebut secara massal.

Sementara itu, Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 menilai Indonesia membutuhkan vaksin sebanyak 540 juta dosis tahun depan. Jumlah itu berdasarkan pada kebutuhan vaksin untuk seluruh rakyat, di mana setiap orang membutuhkan 2 kali vaksinasi dalam satu tahun.

Adapun, dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-75, Jokowi juga menuntut peran PBB untuk memperkuat kepemimpinan global yang kolektif. Kolaborasi yang saling menguntungkan dan tanpa meninggalkan satu negara pun di belakang akan mewujudkan dunia yang lebih baik.

“Kita paham bahwa dalam hubungan antar negara, dalam hubungan internasional, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun jangan lupa, kita semua memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia,” kata Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pbb Vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top