Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapasitas Wisma Atlet Makin Tipis, Tower 4 Beroperasi Mulai Hari Ini

Koordinator RSDC Tugas Ratmono mengatakan, demi mengantisipasi kekurangan kapasitas. tower 4 resmi digunakan dan terbuka untuk pasien tanpa gejala mulai hari ini, Senin (21/9/2020).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 September 2020  |  11:14 WIB
Suasana Wisma Atlet Kemayoran dilihat dari Danau Sunter, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Suasana Wisma Atlet Kemayoran dilihat dari Danau Sunter, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kapasitas ruang perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet makin menipis. Tercatat tower 6 dan 7 sudah terisi sekitar 80 persen dan Tower 5 sudah terisi 91 persen.

Koordinator RSDC Tugas Ratmono mengatakan, demi mengantisipasi kekurangan kapasitas, tower 4 resmi digunakan dan terbuka untuk pasien tanpa gejala mulai hari ini, Senin (21/9/2020).

“Kita siapkan tower 4 untuk isolasi mandiri sejumlah 1.546 bed dan sejak tadi pagi kita suda mulai memasukkan pasien karena sudah siap. Kemarin juga sudah ditinjau Pangdam, dan tim penyiapan dan sudah siap,” kata Tugas dalam konferensi pers, Senin (21/9/2020).

Dia mengungkapkan bahwa semua sistem kesehatan, SDM, perawat dan tenaga kesehatan lain yang akan memberikan pelayanan juga sudah siap, sehingga mulai pagi ini sudah mulai ada pasien masuk

Kabid Koordinator Relawan Medis Satgas Penanganan Covid-19 (STPC-19) Jossep William menambahkan, melihat angka kasus yang terus bertambah Satgas sudah mempersiapkan tenaga perawat dan dokter untuk ditempatkan di beberapa RS termasuk RSDC Wisma Atlet.

“Saat ini tenaga medis memang sudah cukup keletihan, tapi kami usahakan mereka tetap gembira dan imunnya tetap baik dan mereka tetap semangat, karena pekerjaan kita masih panjang kelihatannya karena kasusnya malah tambah naik bukan makin turun,” ungkapnya.

Jossep menerangkan Satgas sudah bekerja sama dengan organisasi profesi baik IDI, PPMI, dan organisasi lain untuk menyediakan tenaga di RS yang membutuhkan.

“Saat ini kurang lebih perawat yang standby masih 2.000-an, bidan masih banyak, dan memang tenaga kesehatan lain mulai habis. Oleh karena itu kita sedang minta kembali dan bekerja sama dengan organisasi profesi untuk menambah tenaga ini,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipassi, tim relawan Satgas Covid-19 juga mempersiapkan tenaga kesehatan magang untuk masuk dan mem-back up kekurangan tenaga medis.

“Tapi, kita mau mereka tetap safety, aman. Jadi mereka akan tetap didampingi sementara meminta ke IDI menambah tenaga dokter yang bertugas,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WISMA ATLET covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top