Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Diprediksi Catat Kasus Harian Covid-19 Terendah

Melbourne menjadi salah satu karantina wilayah paling ketat di dunia, termasuk jam malam harian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2020  |  14:07 WIB
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Australia pada 23 Maret 2020. - Blomberg/Carla Gottgens
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Australia pada 23 Maret 2020. - Blomberg/Carla Gottgens

Bisnis.com, SYDNEY - Australia hari ini diprediksi akan mencatatkan kasus Covid-19 harian terendah dalam tiga bulan terakhir.

Dugaan itu didasarkan pada perkembangan angka pertambahan kasus Covid-19, Minggu (20/9/2020). Hal itu didukung pembatasan sosial ketat di kota Melbourne yang membuat angka pusat penyebaran negara tersebut menurun drastis.

Vicotria, negara bagian terpadat kedua Australia dengan Melbourne sebagai ibu kota, melaporkan 14 kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir hingga Minggu pagi, menurun dari 21 kasus baru di hari sebelumnya dan merupakan angka terendah sejak 19 Juni.

Angka tersebut menjadikan Victoria berada di jalur yang sesuai dalam upaya mencapai target untuk menjaga rata-rata peningkatan angka harian di bawah 50 per 28 September, hari di mana otoritas setempat mengatakan mungkin akan melonggarkan pembatasan.

Sebelumnya, Victoria telah menjalani karantina wilayah (lockdown) selama beberapa bulan guna memperlambat gelombang penyebaran virus kedua.

Negara bagian terbesar Australia yakni New South Wales dengan ibu kota Sydney, melaporkan dua kasus baru, sementara negara bagian Queensland juga melaporkan dua dan menjadikan total nasional sebanyak 18 kasus, angka terendah nasional terendah sejam 23 Juni.

Lima negara bagian dan teritori lainnya tidak melaporkan kasus harian pada Minggu pagi, namun melaporkan tak ada peningkatan di mayoritas hari-hari dalam satu pekan.

"Tentunya akan selalu ada debat terkait waktu dan apakah kita berada dalam jadwal, lebih dulu dari jadwal, dan lain sebagainya, namun pada akhirnya angka-angka ini dapat menjadi sebab optimisme dan sikap positif," kata pimpinan negara bagian Victoria Daniel Andrews dalam sebuah konferensi berita di televisi.

Andrews, yang pernah menghadapi tekanan politik domestik karena pendekatan garis keras untuk memberlakukan pembatasan pergerakan, mencontohkan lonjakan kasus di Eropa baru-baru ini sebagai peringatan atas kemungkinan dampak melonggarkan pembatasan terlalu cepat.

"Menyedihkan untuk dilihat, semua yang telah diberikan oleh komunitas-komunitas, semua pengorbanan yang telah mereka buat, dan sekarang kasus-kasus terus berkembang mungkin lebih liar dari gelombang pertama," katanya. "[Virus] harus benar-benar diantar sampai pergi," ujarnya.

Melbourne menjadi salah satu karantina wilayah paling ketat di dunia, termasuk jam malam harian.

Sebelunya, gelombang kedua penyebaran Covid-19 terjadi di negara bagian dengan rata-rata lebih dari 700 kasus. Hal itu mengakibatkan negara bagian lain menutup perbatasan internal.

Victoria juga mencatat lima kasus tambahan terkait Covid-19 dan New South Wales melaporkan satu kematian baru dalam 24 jam sebelumnya, menjadikan total kematian sebanyak 850, menurut data pemerintah.

Negara tersebut juga melaporkan kasus di bawah 26.900.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top