Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Filipina Pertimbangkan Pelonggaran Bepergian untuk Tenaga Medis

Mereka sebelumnya dilarang bepergian terkait pandemi covid-19 di negara tersebut.
Fransiscus Primus Hernata
Fransiscus Primus Hernata - Bisnis.com 18 September 2020  |  14:14 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel darah di pusat tes Covid-19 di Metro Manila, 8 Juli 2020 - Bloomberg\n
Petugas kesehatan mengambil sampel darah di pusat tes Covid-19 di Metro Manila, 8 Juli 2020 - Bloomberg\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Filipina mempertimbangkan melonggarkan kebijakan larangan berpergian yang bagi tenaga kesehatan. Demikian pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Filipina, Silvestre Bello.

Mereka sebelumnya dilarang bepergian terkait pandemi covid-19 di negara tersebut.

Ribuan perawat, yang menjuluki diri mereka sebagai “Priso-nurses” telah mengajukan izin untuk berpergian kepada pemerintah, pada hari Rabu (16 September)

Para perawat kesehatan ini merasa mereka kurang diupahi, kurang diapresiasi, serta merasa tidak terlindungi di negara mereka sendiri.

Para pekerja kesehatan dari Filipina banyak yang berada di garis depan dalam melawan pandemi di banyak rumah sakit di dunia, seperti di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur tengah serta di negara sendiri.

Kementrian Ketenagakerjaan Filipina telah mengajukan untuk memberikan pengecualian kepada mereka yang telah memiliki kontrak di luar negeri yang dimulai pada tanggal 31 Agustus. Tetapi sejauh ini hanya mereka yang memiliki kontrak dari tanggal 8 Maret saja yang diperbolehkan untuk berpergian ke luar negeri.

Harry Roque seorang Juru Bicara Kepresidenan berkata kepada media bahwa proposal untuk pelonggaran akan dibuat pada hari Senin yang akan diajukan kepada Presiden Duterte, yang akan mempertimbangkan mengenai persetujuan proposal tersebut.

Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin, yang telah meminta untuk pengangkatan pelarangan tersebut, berkata melalui Twitter bahwa terdapat 400.000 tenaga kerja lulusan keperawatan yang tidak memiliki pekerjaan sehingga mereka “memiliki hak untuk merasa kesal”

Sedangkan di Jerman, terdapat 430 dokter dan perawat untuk tiap 10.000 orang, sedangkan di Filipina hanya sekitar 65. Filipina memiliki rekor tertinggi dalam kasus infeksi virus corona di wilayah Asia Tenggara dengan angka infeksi mencapai 276.289 kasus, dengan angka kematian sebesar 4.785 jiwa yang hanya berbeda sedikit dengan Negara Indonesia.

Kementrian Kesehatan pada hari kamis (17 September) melaporkan terdapat 3.375 kasus infeksi baru serta terdapat 53 kasus kematian

Menteri Ketenagakerjaan Silvestre Bello berkata pada tanggal 11 September bahwa dia sangat yakin apabila presiden akan mendukung proposal yang dia ajukan untuk melonggarkan izin berpergian. Dia berkata bahwa pengangkatan pelarangan tersebut dalam tahap “Kajian mendalam”

“Kita tidak menginginkan perawat kita untuk meninggalkan kita, tetapi mereka di dalam posisi yang tidak memungkinkan. Mereka tidak memiliki perkerjaan disini dan apabila mereka memiliki pekerjaan, maka upahnya akan rendah,” Ujar Bello seperti yang dikutip dari channelnewsasia.com

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top