Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembelajaran Berbasis TIK, Kemendikbud Tingkatkan Kompetensi Guru

Selama lima hari, para peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan membuat tulisan, video, sosial media, video konferensi, serta membentuk guru-guru yang memiliki kompetensi dalam public speaking.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 15 September 2020  |  10:07 WIB
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. - Bisnis.com/Samdysara Saragih
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. - Bisnis.com/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Ribuan guru di Tanah air mengikuti program pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Program pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. (PembaTIK) ini awalnya diikuti 70.312 guru hingga akhirnya terseleksi menjadi 1.020 guru per provinsi untuk mengikuti Level Berbagi

Program PembaTIK khususnya untuk Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud.

Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) pun terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.

Langkah tersebut mendapat apresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Nadiem berpesan agar program PembaTIK tidak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran. Program ini juga harus mendorong pengembangan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

"Program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) khususnya Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud yang telah menjadi wadah kita bersama untuk terus berinovasi dalam mengajar," tutur Nadiem ketika membuka Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi yang berlangsung secara daring, di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Program peningkatan kompetensi bertajuk Berbagi Inovasi Pembelajatan Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar itu diikuti para guru calon Duta Rumah Belajar.

Selama lima hari, para peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan membuat tulisan, video, sosial media, video konferensi, serta membentuk guru-guru yang memiliki kompetensi dalam public speaking.

"Saya ingin mengapresiasi bapak dan ibu guru Duta Rumah Belajar yang tanpa pamrih menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami segenap jajaran di Kemendikbud terus mendukung inisiatif berinovasi bapak ibu guru semua," ujar Nadiem, dikutip dari pernyataan resmi Kemendikbud, diterima Selasa (15/9/2020).

Mendikbud juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dedikasinya terhadap pemanfaatan teknologi informasi di dunia pendidikan. Di antaranya, Mendikbud menyampaikan apresiasi kepada almarhum Hendriawan S, yang menggawangi pengembangan Rumah Belajar.

"Kami bangga terhadap dedikasi beliau, mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, semoga karya dan dedikasinya menjadi amal ibadah yang diterima di sisi-Nya," ujar Nadiem.

Nadiem juga mengaku bangga program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 60.000 guru. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan seribu persen dari kegiatan pertama yang diselenggarakan dua tahun lalu.

Angka tersebut menurut Nadiem merupakan pencapaian yang luar biasa, juga penanda bahwa banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih lebih keras dan lebih cerdas sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial," tegas Nadiem.

Kegiatan PembaTIK telah dilaksanakan sejak Maret 2020 dan dilakukan secara berjenjang (levelling) dengan sistem seleksi dari Level 1: Literasi, Level 2: Implementasi, Level 3: Kreasi, hingga Level 4:Berbagi.

Jumlah peserta yang mengikuti program PembaTIK pada tahun ini mencapai 70.312 guru hingga akhirnya terseleksi 1.020 guru per provinsi untuk mengikuti Level Berbagi yang dilaksanakan mulai 14 September 2020 hingga akhir Oktober 2020.

Guru-guru peserta Level Berbagi nantinya merupakan calon Duta Rumah Belajar Nasional, guru-guru terlatih yang menjadi penggerak pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, terutama dengan Platform Rumah Belajar.

Pelaksana tugas (Plt.) Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie menyebutkan sejak 2017 - 2019 para Duta Rumah Belajar yang terpilih mampu secara efektif melaksanakan tugas-tugas induknya dan penggerak inisiator implementator gagasan di tingkat lokal yang secara tidak langsung meningkatkan pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran secara nasional.

Kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi  dimulai pada Senin, 14 September 2020 kemudian dilanjutkan dengan berbagai workshop seputar TIK.

Sejumlah narasumber dihadirkan seperti Charles Bonar Sirait, aktivis Pendidikan dan Pendiri Sokola Rimba, Butet Manurung, penulis novel Asma Nadia, influencer Wicaksono yang dikenal dengan akun @Ndorokakung, serta Prof. Eko Indrajit. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru kemendikbud

Sumber : Kemendikbud

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top