Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minta Tambahan 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Luhut Bakal Lobi UEA

Saat ini Indonesia melalui Kimia Farma telah menggandeng G42, Wuhan Institute Biological Products, dan Sinopharm untuk produksi vaksin Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 September 2020  |  19:43 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa -  Humas Kemenko Marves
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa - Humas Kemenko Marves

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan vaksin virus Corona atau Covid-19 untuk masyarakat Indonesia terbilang besar. Melalui sejumlah kerja sama, Indonesia diperkirakan memperoleh 60-110 juta dosis vaksin.

Untuk memenuhi kekurangan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bakal melobi pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Langkah itu diharapkan mampu memberikan tambahan dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan G42 bagi Indonesia.

“Nanti mungkin dari G42 Abu Dhabi nanti saya sore mau bicara kepada Menteri Suhail [Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei[ untuk minta tambahan 20 juta vaksin untuk masuk sini,” ujar dia dalam siaran langsung, Selasa (15/9/2020).

Saat ini Indonesia melalui Kimia Farma telah menjalin kerja sama dengan G42, Wuhan Institute Biological Products, dan Sinopharm untuk memproduksi vaksin Covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Perekonomian sebelumnya pengembangan vaksin tersebut sudah masuk tahapan uji klinis fase 3 dan diharapkan rampung Desember 2020. Dari kerja sama itu, Indonesia diperkirakan dapat 60-110 juta dosis vaksin.

Luhut mengatakan sebelum vaksin itu bisa diproduksi, pemerintah akan berfokus mengendalikan pandemi di delapan provinsi dengan kasus penularan terbanyak. Delapan provinsi itu antara lain, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Bali.

Dia mengatakan jumlah kasus Corona di delapan provinsi tersebut setara dengan 75 persen kasus nasional. Kalau pakai strategi untuk mengatasi itu saya rasa sisanya akan sangat terkendali sampai nanti kita dapat vaksin,” kata Luhut.

Luhut mengatakan saat ini pemerintah berfokus dalam tiga bulan ini untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut. Dengan begitu, ketika vaksinnya jadi, situasi akan semakin membaik.

Luhut mengatakan tingkat kesembuhan Indonesia saat ini mencapai 71,5 persen. Dia menilai perkembangan itu bagus apabila dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Menurut dia, pada periode awal penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air, Indonesia memang sempat pada posisi yang kurang baik lantaran belum terlalu mengenal situasi pandemi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mengklaim bahwa pemerintah semakin paham untuk bereaksi terhadap situasi ini.

“Tidak ada satu negara pun yang berani mengklaim mereka bisa mengendalikan ini dengan baik. Pasti ada up and down-nya. Sama juga dengan kita,” ujar dia.

Saat ini, Luhut mengatakan kondisi perekonomian pun mulai membaik, tercermin dari perbaikan Purchasing Managers’ Index industri pengolahan dan manufaktur. “Angka kita semakin membaik.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Luhut Pandjaitan covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top