Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Politikus PDIP Komentar Soal PSBB Jakarta: Pedal Rem Ditekan Dulu, Pedal Gas Dilepas

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa secara logika PSBB akan memperberat tugas pemulihan ekonomi nasional. Namun, jika dibiarkan, dampak jangka panjangnya lebih berat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 11 September 2020  |  16:22 WIB
Petugas Satpol PP mengawasi pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di kawasan Sabang, Jakarta, Senin (10/8/2020). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Petugas Satpol PP mengawasi pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di kawasan Sabang, Jakarta, Senin (10/8/2020). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Sejumlah pihak, dari menteri hingga ekonom menilai dampak PSBB akan membuat ekonomi nasional diperkirakan kembali lesu.

Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa secara logika PSBB akan memperberat tugas pemulihan ekonomi nasional.

“Namun bila tidak dilakukan, dikhawatirkan dampak jangka panjangnya akan lebih berat,” katanya saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Hendrawan menjelaskan bahwa melihat efek tersebut, penerapan secara tegas protokol kesehatan tidak bisa ditawar-tawar. Selain memperberat pemulihan ekonomi, PSBB Jakarta dipastikan bakal memperbesar jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Bila kegiatan ekonomi terkendala atau bahkan membeku, pengangguran atau setengah pengangguran akan naik.

Hendrawan menerangkan bahwa selalu ada tarik menarik dalam kebijakan. Kompromi efektif apabila masyarakat memiliki tingkat kesadaran dan disiplin yang tinggi.

“Untuk sementara ini, pedal rem ditekan dulu, pedal gas dilepas. Tak ada pilihan lain,” jelasnya.

Sejak pertama kali kasus positif Covid-19 ditemukan pada awal Maret, dalam 6 bulan angka kemiskinan naik sebesar 1,63 juta atau 0,56 persen.

Kenaikan angka ini sama dengan usaha penurunan kemiskinan selama 1,5 tahun sejak Maret 2018 hingga September 2019. Melihat tren tersebut, akan terjadi kenaikan kemiskinan menjadi di atas 10 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip ekonomi indonesia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top