Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sembilan Tips Mencegah Email Diretas Ala Kabareskrim Polri

Sigit menyarankan pengguna tidak mudah tergoda terhadap website maupun email yang menjanjikan sesuatu, seperti geme gratis atau iPhone gratis.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 September 2020  |  10:37 WIB
Ilustrasi - youtube
Ilustrasi - youtube

Bisnis.com, JAKARTA -Kabareskrim Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan sembilan tips dan trik untuk masyarakat yang mempunyai email agar tidak mudah diretas maupun disalahgunakan pihak ketiga.

Dia optimistis tips dan trik yang dibagikan tersebut ampuh untuk menghindari peretasan email, seperti yang terjadi dalam kasus peretasan yang berujung pada tindak pidana penipuan pembelian peralatan medis oleh Althea Italy beberapa hari lalu.

"Setidaknya ada sembilan langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya peretasan email," tutur Sigit dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Pertama, kata Sigit, pengguna email harus periksa keamanan akun email secara rutin dan tambahkan nomor ponsel pengguna, alamat email pemulihan akun serta mengaktifkan verifikasi dua langkah.

"Tambahkan juga perintah ponsel, pasang Google Authenticator (apabila email Gmail), menyiapkan nomor ponsel cadangan dan juga menyiapkan rangkaian kode cadangan," katanya.

Kedua, menurut Sigit, pengguna email membuat kata sandi yang rumit agar menjaga akun tetap aman. Dia menjelaskan pengguna harus gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun agar apabila ada satu akun yang terjadi peretasan, akun lain tidak mengalami peretasan. 

"Sebaiknya gunakan kata sandi yang dapat diingat dengan baik dan tidak membagikan akun kepada pihak lain, misalnya melakukan jual-beli akun dan sebagainya," ujarnya.

Ketiga, Sigit menyarankan pengguna tidak mudah tergoda terhadap website maupun email yang menjanjikan sesuatu, seperti geme gratis atau iPhone gratis. Dia juga mengimbau pengguna agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan Google yang bisa berdampak menjadi peretasan. 

"Jika ragu dengan situs tersebut, sebaiknya tidak memasukkan identitas diri. Jika ada alamat Gmail yang melakukan penipuan, dapat melaporkannya melalui halaman yang disediakan oleh Google dan dapat menambahkan ekstensi yang memberikan peringatan terhadap kata sandi yang Anda gunakan, seperti password alert," tuturnya.

Keempat, lakukan pemindaian secara berkala pada perangkat yang digunakan untuk menghindari virus maupun malware yang dapat mendeteksi kata sandi digunakan pengguna email.

"Jika menggunakan Chrome,  dapat mengikuti langkah membersihkan Chrome dari perangkat lunak perusak dan memindai komputer dengan alat pembersih Chrome. Perbarui juga aplikasi browser dan antivirus secara berkala agar tetap terbarui dan menghindari peretasan," katanya.

Kelima, periksa aktivitas akun terakhir untuk melihat apakah ada tindakan mencurigakan dalam akun pengguna. Hapus juga perangkat yang tidak pernah kita gunakan dalam akun dengan memutus akses. 

"Hapus juga akses akun terhadap aplikasi yang tidak terpercaya. Lihat juga aktivitas akun terakhir, dan pastikan akun itu kita yang menguasai," ujar Sigit.

Keenam, keluar dari akun dan hapus formulir, sandi, cache, dan cookie secara berkala dalam browser.

"Khususnya apabila kita menggunakan perangkat publik (yang diakses bukan hanya oleh kita).”

Ketujuh, selalu setel kunci layar pada perangkat, agar jika sewaktu-waktu ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan perangkat pengguna, tidak langsung memiliki akses ke akun Google.

"Aktifkan juga pengelola perangkat android agar kita tetap dapat menghapus, menderingkan, dan mengunci perangkat  ketika perangkat kita hilang," katanya.

kedelapan, batalkan segera apabila ada seseorang yang mencoba meretas akun pengguna. Hal itu bisa diketahui karena pengguna menerima email dari Google bahwa ada seseorang yang meminta untuk melakukan penyetelan kata sandi. 

"Pastikan juga verifikasi dua langkah selalu diaktifkan dengan baik," ujarnya.

Kesembilan, langsung ganti kata sandi dan lakukan Pemeriksaan Keamanan apabila kita mencurigai ada orang yang menyusupi akun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker peretas
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top