Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hubungan Dagang Tegang, China Setop Ekspor Barley Australia

Langkah itu adalah yang terbaru dari tindakan China terhadap ekspor Australia yang dilakukan hanya sehari setelah negara itu mengumumkan penyelidikan antisubsidi terhadap anggur Negeri Kangguru.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 September 2020  |  08:13 WIB
Suasana di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 September 2018. - REUTERS/Stringer
Suasana di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 September 2018. - REUTERS/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA - China melanjutkan upaya menaikkan tensi dagang dengan Australia dengan menghentikan impor barley dari perusahaan pengiriman biji-bijian terbesar di negara itu.

Menurut bea cukai China, penangguhan impor barley dari CBH Grain Pty di Australia Barat disebabkan gulma berbahaya yang ditemukan di dalam kargo. Menurut pernyataan itu, Australia telah diberi tahu mengenai keputusan tersebut.

Langkah itu adalah yang terbaru dari tindakan China terhadap ekspor Australia yang dilakukan hanya sehari setelah negara itu mengumumkan penyelidikan antisubsidi terhadap anggur Negeri Kangguru.

Hubungan antara mitra dagang antara dua negara menjadi semakin tegang. Selain melarang Huawei Technologies Co berpartisipasi dalam jaringan 5G-nya, dorongan Australia untuk penyelidikan independen tentang asal-usul wabah Covid-19 telah memicu reaksi China.

China menghentikan beberapa impor daging sapi awal tahun ini. Kini lima pabrik daging Australia telah meghentikan pengiriman ke China.

Sementara itu, CBH, pengekspor barley terbesar di Australia akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menentang penangguhan tersebut dan belum menemukan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

"CBH mengonfirmasi bahwa semua pengiriman biji-bijian ke China telah memenuhi semua persyaratan ekspor pemerintah dan oleh karena itu sangat kecewa mendengar penangguhan tersebut," kata seorang juru bicara perusahaan, dilansir Bloomberg, Rabu (2/9/2020).

Menteri Keuangan Australia Mathias Cormann mengatakan bahwa CBH memiliki reputasi dalam menyediakan produk biji-bijian berkualitas tinggi.

Setelah pemerintah mengetahui lebih rinci tentang larangan tersebut, mereka akan bekerja dengan perusahaan tersebut untuk membuat pernyataan yang sesuai ke China. Dia menambahkan pemerintah menghormati fakta bahwa China memiliki pengaturan inspeksi karantina.

Pengiriman barley Australia ke negara Asia telah dipangkas setelah China memberlakukan tarif lebih dari 80 persen untuk impor biji-bijian awal tahun ini menyusul penyelidikan antidumping dan antisubsidi. Para petani Australia telah mengurangi penanaman barley untuk mengikuti tarif.

Adapun, China telah membeli jagung AS dalam jumlah besar, sebagian sebagai cara untuk menggantikan pasokan barley Australia. Kini barley dari Australia termasuk yang termurah di dunia setelah tarif diberlakukan.

Duta Besar China untuk Canberra mengatakan pada April bahwa konsumen China mungkin memilih untuk memboikot ekspor negara karena hubungan yang tegang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china australia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top