Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beri Kuota Gratis, Kemendikbud: Belajar Daring Harus Interaktif

Dalam program ini tiap siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  17:45 WIB
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal memberikan kuota pulsa gratis kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen.

Rencananya, subsidi kuota internet diberikan selama empat bulan, terhitung mulai September sampai Desember 2020. Dalam program ini tiap siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pemberian subsidi kuota itu berdasarkan adanya dana tambahan untuk Kemendikbud sebesar Rp7,2 triliun.

Adapun, dengan adanya program tersebut Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Jumeri mengatakan agar belajar daring bisa lebih mudah.

“Tidak ada lagi alasan untuk PJJ yang tidak interaktif, tidak punya pulsa dan sebagainya. Ke depan, lembaga diklat kita juga sudah bersiap untuk meningkatkan metode pembelajaran secara daring,” terang Jumeri.

Dengan kuota gratis tersebut, Kemendikbud bisa intervensi agar guru dan murid tetap melakukan KBM yang lebih interaktif.

Jumeri menyebutkan, dalam pelaksanaan belajar daring, dari seluruh murid yang ada 90 persen memiliki gawai. Namun, hanya 30 persen yang bisa hadir bertatap muka daring bersama guru karena 70 persen sisanya tidak punya pulsa.

Adapun, Kemendikbud juga tengah mengupayakan agar 1 nomor ponsel yang sama bisa didaftarkan beberapa kali dan mendapatkan kuota lebih banyak apabila digunakan oleh beberapa murid sekaligus, disesuaikan dengan jumlah murid penggunanya.

“Kalau hapenya 1 tapi anaknya yang pakai 3, rencananya ketiganya akan diberi. Karena misalnya jenjang anaknya berbeda-beda, misalnya anak pertama SMA, kedua SMP, ketiga SD, nanti diberi semua penggunaannya bergantian. Kami akan diskusi dengan operator dulu, tapi akan ke arah sana” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud pembelajaran online
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top