Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenya Airways Proyeksi Pendapatan Tahunan akan Turun 50 Persen

Maskapai yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah Kenya tersebut sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak penghapusan pembatasan penerbangan oleh pemerintah per awal Agustus ini. Namun, permintaan diprediksi tidak akan pulih sampai kalender 2020 berakhir.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  16:43 WIB
Pesawat milik Kenya Airways.  - Bloomberg
Pesawat milik Kenya Airways. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Maskapai Kenya Airways memperkirakan permintaan penerbangan domestik maupun internasional di Kenya tidak akan pulih hingga 2020 berakhir. Perusahaan memproyeksi kinerja keuangannya bakal anjlok 50 persen dibandingkan periode 2019.

Maskapai yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah Kenya tersebut sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak penghapusan pembatasan penerbangan oleh pemerintah per awal Agustus ini. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda bakal tingginya permintaan dari masyarakat.

"Penurunan permintaan penerbangan mau tak mau membuat kami harus beroperasi lagi, meski dalam skala kecil. Kami sudah berbicara pada pemerintah untuk mendapat izin lebih awal," kata CEO Kenya Airways Allan Kilavuka seperti diwartakan Bloomberg, Jumat (28/8/2020).

Pada semester I/2020 Kenya Airways mencatatkan penurunan pendapatan hampir 50 persen. Imbasnya, kerugian bersih perseroan pun menyentuh angka 21 miliar shilling, atau setara US$194 juta. Angka kerugian tersebut melonjak signifikan ketimbang kerugian bersih 8,1 miliar shilling yang mereka bukukan pada semester I/2019.

Saat ini pemerintah tengah berupaya mengambil alih keseluruhan saham perusahaan. Namun, di tengah tekanan pengeluaran akibat pandemi, rencana tersebut kemungkinan bakal tertunda.

Selain harus membeli porsi saham yang dimiliki Air France dan KLM, pemerintah punya kewajiban melunasi utang-utang perusahaan ke sejumlah pihak guna memuluskan jalannya.

Per Jumat (28/8) hari ini, kasus positif Covid-19 di Kenya telah menyentuh 33.389. Dari angka tersebut, 19.296 orang dinyatakan sembuh dan 564 di antaranya telah meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan kenya covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top