Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebijakan Soal Covid-19: Pemerintah Mudah Diserang, Ini Sebabnya

Lemahnya pelaporan penyebaran wabah Covid-19 tidak terlepas dari persoalan ekosistem data yang belum tertata rapi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  12:59 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus Corona secara drive thru - Antara/Fauzan
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus Corona secara drive thru - Antara/Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Lemahnya pelaporan soal wabah Covid-19 dari sebagian besar wilayah Indonesia membuat sejumlah pihak mudah menyerang kebijakan pemerintah dalam menangani wabah yang global tersebut.

Demikian dikemukakan Kepala Pulse Lab Jakarta Petrarca Karetji dalam acara webinar bertajuk Pengambilan Keputusan Berbasis Data dalam Penanggulangan Covid-19, Kamis (27/8/2020).

Narasumber lain adalah Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Pungky Sumadi, serta Charge D’Affaires Kedutaan Besar Australia Allaster Cox.

Menurut Petrarca, lemahnya pelaporan penyebaran wabah Covid-19 tidak terlepas dari persoalan ekosistem data yang belum tertata rapi.

Selain itu ada masalah sumber daya manusia yang masih relatif lemah di sebagain daerah. Akibatnya, proses pelaporan berjalan lambat, bahkan tidak dilaporkan sama sekali.

Bahkan, lanjut Petrarca, kelengkapan infrastruktur juga tidak menjamin satu daerah bisa memberikan laporan secara akurat dan cepat.

Dia mencontohkan Provinsi Sumatra Selatan yang sudah memiliki infrastruktur yang baik, namun masih lambat dalam hal pelaporan.

Sedangkan DKI Jakarta dan Jawa Barat merupakan dua provinsi yang relatif lebih baik dari sisi ekosistem data dan pelaporan.

Selain itu, ujarnya, tidak adanya standarisasi pelaporan juga menjadi persoalan tersendiri sehingga pemerintah kesulitan dalam membuat keputusan berdasarkan data yang akurat dan cepat.

“Lemahnya pelaporan ini yang sering membuat pemerintah diserang, karena itu dibutuhkan strukturisasi data yg baik dan sumber daya manusia yang memadai sehingga mendukung ekosistem data yang baik,” ujarnya.

Menurut Petrarca bila ekosistem data kuat seharusnya proses pelaporan bisa berjalan baik dan pemerintah bisa melakukan validasi data sehingga bisa membuat keputusan yang tepat. Karena itu dia menegaskan perlunya mengatasi ketimpangan ekosistem data.

Sementara itu, Allaster Cox mengatakan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mendukung perbaikan pelaporan. Dia menegaskan Australia siap untuk bekerja sama dengan sejumlah badan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk Bappenas.

Tujuannya adalah untuk memperkuat dan melengkapi data sehingga tingkat kepercayaan kepada data bisa diperbaiki.

Dengan kelengkapan data dan kepercayaan yang baik, lanjut Allaster, sebuah keputusan akan bisa dibuat dengan tepat sehingga membantu dalam menangguylangi pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top