Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Tertutup Soal Informasi Klaster Covid-19 di Pabrik LG

Satgas Covid-19 belum membeberkan data mengenai kasus penularan virus Corona di pabrik LG yang berada di kawasan industri MM2100 Cikarang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  17:19 WIB
Perakitan mesin cuci di pabrik LG, Legok, Tangerang, Banten, Kamis (26/2/2015)./Antara - M Agung Rajasa
Perakitan mesin cuci di pabrik LG, Legok, Tangerang, Banten, Kamis (26/2/2015)./Antara - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi mencatat ada sebanyak 238 buruh di pabrik LG yang berada di kawasan industri MM2100, Cikarang, terpapar virus Corona.

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Bekasi Agus Suparno mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, langkah awalnya adalah Pabrik LG ditutup sementara selama 14 hari.

“Nanti setelah 14 hari isolasi ini dilakukan evaluasi lagi, apakah harus dilanjutkan atau bisa kembali beroperasi. Kalau ternyata belum aman, risiko terparahnya adalah penutupan atau larangan produksi,” kata Agus kepada Bisnis, Rabu (26/8/2020).

Agus juga menyebutkan, belum ditemukan klaster lain selain Pabrik LG, Unilever dan Universitas Prasetya Mulya di Cikarang, beberapa bulan lalu.

“Terakhir baru ini. Makanya supaya tidak menyebar harus ditutup 14 hari itu,” ungkapnya.

Namun, ketika ditanyai kabar dan data terbaru, Agus mengatakan agar mencari tahu ke pihak Satgas Covid-19. Sayangnya baik Juru Bicara Satgas Covid-19 Bekasi maupun Satgas Covid-19 Pusat tidak ada yang memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Begitu pula dengan pihak Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (Gabel).

Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan bahwa isu tersebut sensitif. “Saya tiak bisa kasih comment,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, klaster baru di pabrik LG Cikarang bermula dari seorang staf kantor yang meninggal dunia di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur pada 19 Agustus lalu. Pasien itu, terkonfirmasi positif Covid-19.

"Lalu dilakukan PCR massal hari Jumat, karena Almarhum termasuk staf di office yang mobile," kata Alamsyah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Bekasi.

Setelah ditemukan klaster baru, kata dia, operasional perusahaan ditutup sejak Senin, 23 Agustus 2020, selama 14 hari ke depan.

Menurut keterangan Alamsyah, setelah ditemuka kasus meninggal tersebut, Pabrik LG kemudian melakukan te PCR kepada 600 pekerjanya, dan hasilnya 238 orang positif.

Jumlah tersebut masih kemungkinan bertambah mengingat jumlah karyawan di Pabrik LG mencapai 800 orang.

Lebih lanjut, Alamsyah menerangkan bahwa saat ini tracing terus dilakukan ke keluarga para karyawan untuk mengetahui karyawan yang mungkin terpapar Covid-19 di luar tempat kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, LG Electronics menghentikan kegiatan pabrikan setelah 238 karyawannya terdeteksi positif Covid-19.

Seperti yang diberitakan The Korea Herald, Rabu (26/8/2020), perusahaan memutuskan untuk menghentikan kegiatan produksinya sejak 24 Agustus.

Dalam keterangan resminya, perusahaan yang memiliki pabrik di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini, akan mengupayakan langkah disinfeksi guna menjaga seluruh keselamatan dan kesehatan karyawannya.

"Korporasi telah menguji semua karyawannya yang bekerja di pabrik, dan hanya mereka yang dites negatif yang akan kembali bekerja minggu depan," tulis keterangan resmi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lg electronics Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top