Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 637 Kasus

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menuturkan, jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 8.962 kasus yang tengah dirawat, dan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 33.636 kasus
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Agustus 2020  |  17:26 WIB
Sejumlah sarana dan prasarana rumah sakit darurat penanganan Covid-19 sudah disiapkan di Wisma Atlet Jakarta, Minggu (22/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Sejumlah sarana dan prasarana rumah sakit darurat penanganan Covid-19 sudah disiapkan di Wisma Atlet Jakarta, Minggu (22/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melaporkan terjadi penambahan 637 kasus terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) pada Minggu (23/8/2020).

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani menuturkan, jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 8.962 kasus yang tengah dirawat, dan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 33.636 kasus. Dari jumlah tersebut, 23.567 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 1.107 orang meninggal dunia.

Dia menuturkan, untuk positivity rate atau persentase kasus positif di Jakarta sebesar 6,1 persen, sedangkan Indonesia sebesar 13,3 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi,” ujarnya Minggu (23/8/2020).

Berdasarkan data milik Dinkes DKI, dia mengungkapkan pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 41.251 spesimen selama sepekan terakhir dan 6.255 spesimen per Minggu. Adapun, 5.122 spesimen di antaranya dilaukan untuk mencari kasus baru.

“Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 52.043 spesimen," jelasnya.

Fify mengatakan bahwa 3T (tracing, testing, dan treatment) menjadi kuncian dalam mencatat kasus-kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Dia menyebutkan, 80 persen di antara seluruh tes yang sudha diakukan di Jakarta adalah untuk melacak kasus baru.

"Jakarta sudah memenuhi standar WHO, bahan sudah melebihinya. Tes di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 laboratorium milik Pemda, Pemerintah Pusat, BUMN dan Swasta," jelasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berupaya untuk menurunkan tingkat penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, bukan hanya menurunkan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Selama vaksin belum tersedia, maka masih perlu kita tegakkan dan disiplin bersama-sama melakukan pembatasan sosial dan protokol kesehatan. perlu diperhatikan untuk menjalankan prinsip ini dalam melakukan kegiatan sehari-hari," tegasnya.

Dia mengimbau masyarakat agar jangan keluar rumah kalau tidak perlu, melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), dan memastikan seluruh kegiatan yang diperbolehkan di 11 industri maksimal hanya 50 persen dari kapasitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top