Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manufaktur Prancis Kembali Lesu, Pemulihan Ekonomi Diragukan

Dilansir Bloomberg pada Jumat (21/8/2020), Purchasing Managers' Index Prancis anjlok ke level di bawah 50, lebih lemah daripada perkiraan survei Bloomberg.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  18:05 WIB
Museum Louvre  di Paris, Prancis. - Andhina Wulandari
Museum Louvre di Paris, Prancis. - Andhina Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pengolahan Prancis secara mengejutkan mengalami kontraksi pada Agustus setelah dua bulan sebelumnya menunjukkan pertumbuhan.

Kontraksi industri pengolahan ini pun bakal menimbulkan pertanyaan bagaimana kondisi ekonomi Prancis sebenarnya dan kebutuhan akan stimulus.

Dilansir Bloomberg pada Jumat (21/8/2020), Purchasing Managers' Index Prancis anjlok ke level di bawah 50, lebih lemah daripada perkiraan survei Bloomberg.

Sementara itu, industri jasa hanya tumbuh moderat yang terlihat dari indeks sebesar 51.7 pada Juli. Walaupun masih tumbuh, realisasi ini lebih rendang dibandingkan dengan Juni yang sebesar 57.3.

Indikator lain juga menambahkan bukti bahwa momentum pemulihan ekonomi di Prancis dan kawasan Uni Eropa telah melambat akhir-akhir ini, pasca pelonggaran lockdown pada Juni dan Juli.

Bank Sentral Eropa kurang optimistis pada rapat dewan gubernur terakhir, terkait dengan pemulihan ekonomi.

Pabrikan di Prancis juga menghadapi penurunan permintaan pada Agustus dan masih melakukan pemangkasan tenaga kerja. Keyakinan usaha pun juga mulai menurun.

"Momentum kembali tumbuh tiba-tiba kembali terhambat," ujar ekonom IHS Markit Eliot Kerr.

Dia berpendapat indikator yang ada menunjukkan bahawa permintaan di Prancis belum stabil dan menimbulkan keraguan mengenai pemulihan V-shaped yang banyak diharapkan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur prancis ekonomi eropa

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top