Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waduh! Utang Pemerintah Inggris Tembus 2 Triliun Pound Sterling untuk Pertama Kali

Hal ini diproyeksi bakal menimbulkan perdebatan mengenai cara pemerintah membiayai ekonomi yang tertekan oleh pandemi virus corona atau Covid-19.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  16:48 WIB
Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson
Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Utang Pemerintah Inggris telah melampaui angka 2 triliun pound sterling (US$2,6 triliun) untuk pertama kali.

Hal ini diproyeksi bakal menimbulkan perdebatan mengenai cara pemerintah membiayai ekonomi yang tertekan oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

Dilansir Bloomberg, dengan melewati nilai 2 triliun pound sterling, saat ini utang Inggris juga melebihi 100 persen dari output ekonomi dan menjadi beban paling berat untuk negara ini sejak kisaran 1960, demikian pernyataan Badan Statistik Nasional pada Jumat (21/8/2020).

Data ini akan menambah tekanan bagi Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak terkait berapa lama dia akan membiarkan pinjaman menumpuk. Namun, hanya sedikit pihak yang menyerukan adanya tindakan segera mengenai hal ini.

Para ekonom telah memperingatkan Pemerintah Inggris bahwa menarik dukungan fiskal sebelum waktunya bisa memicu kenaikan pengangguran dan justru menghambat pemulihan ekonomi dari keterpurukan terdalam sepanjang sejarah.

Proses pemulihan ekonomi Inggris dinilai masih dalam jalur. Misalnya saja terlihat dari penjualan ritel yang kembali meningkat lebih cepat dari perkiraan pada Juli dan kembali pada level sebelum pandemi. Aktivitas ekonomi Agustus juga naik ke level tertinggi dalam hampir 7 tahun terakhir.

Kendati demikian, utang pemerintah menunjukkan tekanan pada pendapatan pajak setelah kebijakan lockdown diterapkan pada Maret 2020, yang mendorong ekonomi ke jurang resesi.

Inggris saat ini menghadapi defisit lebih dari 16 persen terhadap PDB, atau tertinggi sejarah. Pandemi corona memukul ekonomi negara ini lebih berat dibandingkan negara lain. Ekonomi Inggris pada kuartal II menjadi yang paling buruk di antara negara besar Eropa lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang inggris ekonomi inggris

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top