Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Vaksin Covid-19: Mulai dari AstraZeneca hingga Pfizer. Sinopharm Termahal

Sinopharm membanderol harga dua dosis vaksinnya sebesar US$145 atau sekitar RP2,14 juta. Universitas Oxford dan AstraZeneca memberikanharga sebesar US$4 per dosis atau Rp59.086 per dosis.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  05:05 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa farmasi pelat merah China, Sinopharm, membanderol harga dua dosis vaksinnya sebesar US$145 atau sekitar RP2,14 juta (dengan kurs rupiah Rp14.700/ dolar).

Pemimpin Grup Farmasi Nasional China atau Sinopharm mengatakan vaksin tersebut akan beredar pada Desember 2020.

Dikutip dari Guangming Daily dan South China Morning Post, Liu tidak menjelaskan lebih lanjut apakah harga vaksin tersebut merupakan harga ritel atau grosir. Namun, harga tersebut lebih mahal dari vaksin yang ditawarkan beberapa perusahaan farmasi lainnya.

AstraZeneca dan Johnson & Johnson tetap berpegang pada prinsip nirlaba dalam pengembangan vaksin mereka. Namun, masing-masing perusahaan didukung oleh pemerintah di tempat mereka bernaung, Inggris dan AS.

Sementara itu, pengembang vaksin lainnya seperti Moderna, Pfizer dan Merch mengaku mengharapkan profit dari vaksin Covid-19.

Dilansir ABS CBN News dan South China Morning Post, vaksin termurah ditawarkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca sebesar US$4 per dosis atau Rp59.086 per dosis, ketika mereka menjual kepada pemerintah Inggris.

Sementara itu, Johnson & Johnson menawarkan harga vaksin sebesar US$10 per dosis dalam perjanjian dengan pemerintah AS. Perusahaan berjanji menyediakan 100 juta dosis.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Direktur Eksekutif Pfizer Albert Bourla mengungkapkan perusahaan akan menjual vaksinnya sekitar US$20 per dosis.

Pfizer dan perusahaan farmasi Jerman BioNTech menandatangani perjanjian dengan pemerintah AS untuk memasok 100 juta vaksin dari kandidat vaksin mRNA.

Bourla mengungkapkan pihaknya akan menawarkan harga lebih murah bagi negara berkembang.

Moderna yang telah mengantongi kesepakatan dengan sejumlah negara menawarkan vaksin dengan harga sedikit lebih tinggi, yakni sekitar US$32 hingga US$37 per dosis. Menurut perusahaan, harga mahal vaksin tersebut disebabkan karena produksi yang dilakukan dalam jumlah kecil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top