Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Klarifikasi Shopee Terkait Penjualan Uang Rp75.000

Beberapa akun di Shopee menjual uang baru Rp75.000 dengan harga jutaan rupiah, bahkan ada yang menjual hingga Rp8,88 juta rupiah per lembar.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  17:56 WIB
Ilustrasi desain uang pecahan Rp75.000 yang beredar.
Ilustrasi desain uang pecahan Rp75.000 yang beredar.

Bisnis.com, JAKARTA – Platform dagang el Shopee akhirnya angkat bicara terkait dengan penjualan uang baru Rp75.000 dengan harga tidak wajar di platform tersebut.

Seperti diketahui, uang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dalam rangka memperingati 75 tahun Indonesia merdeka itu diperjualbelikan di Shopee.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, akun qq rolex yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, di Shopee menjual dengan harga Rp1,75 juta per lembar. Akun ini memiliki dua lembar uang baru Rp75.000 yang dicetak terbatas tersebut.

Masih di Shopee, akun Poker Walet juga menjual uang baru tersebut seharga Rp8,88 juta rupiah per lembar.

Menanggapi temuan tersebut, Public Relations Lead, Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim untuk melakukan pemantauan secara aktif dan rutin terhadap produk-produk yang dijual di platform tersebut.

“Untuk itu, saat ini kami telah memastikan semua produk terkait dan toko yang menjual uang tunai Rp75.000 dengan harga tidak sesuai dari aplikasi Shopee sudah diturunkan,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Bisnis pada Selasa (18/8/2020).

Upaya tersebut menurut Aditya dilakukan agar uang tunai edisi terbatas itu hanya bisa diakses sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh BI. uang tunai ini hanya dapat diakses melalui BI, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), dan CIMB Niaga setelah melakukan pemesanan secara daring melalui aplikasi atau situs resmi BI.

Pemerintah dan Bank Indonesia meresmikan pengeluaran dan pengedaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 bertepatan dengan HUT ke–75 Kemerdekaan RI, pada hari ini (17/8) di Jakarta.

Pengeluaran dan pengedaran UPK 75 Tahun RI merupakan wujud rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan Indonesia.

Peresmian tersebut menandai mulai berlakunya uang Rupiah kertas pecahan Rp75.000 sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), yang sekaligus merupakan Uang Peringatan (commemorative notes), di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Animo masyarakat mengalir cukup deras sejak dibuka pre order secara online di pintar.bi.go.id kemarin, Senin (18/8/2020).

Sebagai informasi, periode pemesanan penukaran terdiri dari dua tahap. Periode pemesanan penukaran tahap I, yaitu pada 17 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB hingga 30 September 2020.

Tempat penukaran di Kantor Pusat Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Negeri di seluruh provinsi dan beberapa kota/kabupaten.

Periode pemesanan penukaran tahap 2, yaitu pada 1 Oktober 2020 hingga selesai dengan tempat penukaran di Bank Indonesia (Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Negeri) dan bank umum yang ditunjuk (Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA dan CIMB Niaga).

Total Cabang Bank Mandiri yang akan melayani penukaran uang emisi khusus ini adalah sebanyak 408 Cabang.

Namun, yang perlu dicatat setiap 1 KTP hanya dapat ditukarkan untuk memperoleh satu lembar Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 RI dengan nominal Rp75.000. Pasalnya, jumlah uang khusus yang diterbitkan kali ini terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang shopee bank indonesia
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top