Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar dari Pandemi, Jokowi Sampaikan Sejumlah Keharusan Demi Capai Perubahan Fundamental

Jokowi mengatakan semua pihak harus melakukan reformasi fundamental dalam hal cara bekerja di mana kesiap-siagaan serta kecepatan setiap warga negara diuji di masa pandemi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  10:49 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan sejumlah keharusan sebagai sikap pembelajaran yang bisa dipetik dari pandemi Covid-19 selama hampir 6 bulan terakhir.

Jokowi mengatakan semua pihak harus melakukan reformasi fundamental dalam hal cara bekerja di mana kesiap-siagaan serta kecepatan setiap warga negara diuji.

"Kita harus mengevakuasi Warga Negara Indonesia dari wilayah pandemi di Tiongkok. Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, obat-obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Semuanya harus dilakukan secara cepat, dalam waktu yang sangat singkat," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2020).

Selain itu, lanjut Jokowi, ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, masyarakat juga harus cepat bergerak dengan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, subsidi dan diskon tarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji.

Selanjutnya, membantu UMKM untuk memperoleh restrukturisasi kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat, dan membantu pembelian produk-produk mereka.

Kemudian, membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja.

Pemerintah, lanjutnya, juga melakukan sejumlah perubahan rumusan program; pertama, menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini; melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat.

Kedua, menerbitkan Perppu No.1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU No.2 Tahun 2020. Ketiga, bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan perekonomian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Nota Keuangan Sidang Tahunan MPR covid-19 RAPBN 2021 Nota Keuangan 2021
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top