Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Tunda Kenaikan Tarif Barang Uni Eropa

Langkah itu dilakukan ketika kedua belah pihak bergulat untuk mengakhiri pertempuran perdagangan 16 tahun atas bantuan negara untuk Airbus dan Boeing.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  09:38 WIB
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat telah mengatakan akan menunda rencana kenaikan tarif pada barang-barang Uni Eropa (UE) dan Inggris senilai US$7,5 miliar 5,75 miliar poundsterling yang dikenakannya sebagai hukuman untuk subsidi bagi pembuat pesawat Airbus.

Langkah itu dilakukan ketika kedua belah pihak bergulat untuk mengakhiri pertempuran perdagangan 16 tahun atas bantuan negara untuk Airbus dan Boeing. Amerika Serikat (AS) tahun lalu menaikkan pajak perbatasan pada lebih dari 100 item, termasuk jumper, wiski malt tunggal, dan keju.

"UE dan negara-negara anggota belum mengambil tindakan yang diperlukan untuk memenuhi keputusan WTO. Amerika Serikat, bagaimanapun, berkomitmen untuk mendapatkan resolusi jangka panjang untuk sengketa ini," kata pejabat perdagangan utama Amerika, Robert Lighthizer, dilansir BBC, Kamis (13/8/2020).

Uni Eropa dengan hati-hati menyambut keputusan AS untuk tidak menambah jumlah barang yang dikenakan tarif.

"Komisi mengakui keputusan AS untuk tidak memperburuk sengketa pesawat yang sedang berlangsung dengan menaikkan tarif pada produk-produk Eropa," kata juru bicara Uni Eropa.

Airbus bulan lalu mengatakan akan mengubah beberapa kesepakatan yang bertanggung jawab atas perselisihan itu. Perubahan itu termasuk menaikkan suku bunga pinjaman dengan Prancis dan Spanyol.

Langkah tersebut mendorong para pejabat Uni Eropa untuk menyerukan diakhirinya tarif yang tidak dapat dibenarkan. Banyak pelaku bisnis AS juga memprotes bea masuk yang menaikkan harga bagi pembeli Amerika.

Juru bicara Airbus Clay McConnell mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan sangat menyesalkan bahwa meskipun tindakan Eropa baru-baru ini untuk mencapai kepatuhan penuh, USTR atau Perwakilan Dagang AS telah memutuskan untuk mempertahankan tarif pada pesawat Airbus, terutama pada saat penerbangan dan sektor lainnya sedang melalui krisis.

Sebelumnya, AS mengumumkan tarif barang senilai US$7,5 miliar tahun lalu setelah WTO memutuskan bahwa bantuan negara yang diberikan kepada Airbus untuk meluncurkan pesawat jet A380 dan A350 adalah ilegal.

Pada Februari lalu, AS menaikkan tarif yang dibebankan pada pesawat dari 10 persen menjadi 15 persen dan tidak mengubah bea 25 persen untuk barang-barang lainnya.

Musim panas ini, pejabat AS kembali mengancam untuk menaikkan tarif atau pengenaan pajak impor pada barang baru. Barang-barang yang terancam dengan bea baru termasuk fillet salmon, gin, dan zaitun.

AS diharuskan oleh hukum untuk meninjau tarif secara berkala. Kemarin AS mengumumkan perubahan kecil pada daftar, misalnya, menghapus biskuit manis yang dibuat di Inggris dan menambahkan selai dari Prancis dan Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa amerika serikat tarif
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top