Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TikTok Tebar Bonus Rp2,9 Triliun untuk Kreator Konten, Siapa Saja yang Dapat?

Ada total 19 kreator konten yang terpilih mendapatkan bonus karena kreativitas mereka yang tinggi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  13:09 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA – TikTok baru saja mengumumkan daftar kreator konten yang mendapatkan bonus program Creator Fund senilai US$200 juta (Rp2,9 triliun).

Menurut blog resmi TikTok, ada total 19 kreator konten yang mendapatkan bonus gelombang pertama ini. Di antaranya termasuk David Dobrik, Brittany Tomlinson, Cheyenne Jaz Wise, Justice Alexander, Michael Le, Marissa Ren, dan Ross Smith.

Selain itu, sejumlah kreator konten yang tidak memiliki latar belakang dunia hiburan dan media juga terpilih. Mereka mampu mampu memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak di aplikasi ini.

Sebut saja Dr. Fayez (@lifeofadoctor), seorang dokter pengobatan darurat yang memiliki lebih dari 500.000 pengikut di aplikasinya sejak memulai TikTok pada tahun 2019. Dia dikenal karena posting mengenai kesalahpahaman umum dalam perawatan kesehatan, atau posting mengenai pandangan singkat tengang kehidupan sehari-harinya sebagai seorang dokter,

Selain itu, ada dr. Anthony Youn (@tonyyounmd) yang merupakan dokter bedah plastik bersertifikat yang dikenal sebagai Ahli Bedah Plastik Holistik Amerika. Tony menggunakan TikTok untuk mendidik orang-orang tentang kecantikan holistik dan memberdayakan mereka untuk tampil dengan penampilan terbaik dari diri mereka sendiri.

Dilansir dari The Verge, TikTok pertama kali mengumumkan program ini pada akhir Juli, dan seorang juru bicara menggambarkan inisiatif tersebut sebagai cara untuk mendukung kreator konten ambisius yang mencari peluang untuk mengembangkan mata pencaharian di aplikasi.

Agar dapat mengikuti program Creator Fund ini, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi pembuat konten. Mereka harus berusia 18 tahun ke atas, memiliki lebih dari 10 ribu pengikut, dan mendapat sedikitnya 10,000 penayangan video dalam 30 hari terakhir.

Konten yang diposting juga harus merupakan konten asli yang tidak melanggar pedoman komunitas perusahaan. Kreator yang memenuhi kriteria akan diseleksi, dan hanya konten dengan kreativitas paling tinggi yang akan mendapatkan hadiah.

“Membuat konten yang menarik dan bermakna membutuhkan waktu dan komitmen, dan kreator konten kami sangat bersemangat untuk membagikan cerita mereka,” tulis manajer umum TikTok AS Vanessa Pappas di postingan blog.

Perusahaan berencana meningkatkan dana dari US$200 juta menjadi US$1 miliar dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, program tersebut hanya berlaku untuk kreator di AS, tetapi perusahaan berharap dapat melebarkan program ini secara global nantinya..

Kreator konten berbayar di AS dapat meningkatkan citra perusahaan dalam perjuangannya yang sedang berlangsung dengan pemerintah AS.

Sebelumnya, TikTok telah menghadapi pukulan keras dari Trump. Pertama, Trump mengancam akan menutup TikTok jika pemiliknya tidak menjual bisnisnya ke perusahaan AS hingga 15 September. Kemudian pada 6 Agustus, dia menandatangani perintah eksekutif yang melarang penduduk AS berbisnis dengan perusahaan milik China dan akan efektif dalam 45 hari.

Sementara itu, Microsoft Corp. telah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan pembelian operasi TikTok di AS, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TikTok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top