Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Didasari Pelaksanaan UTBK

Kemendikbud akan memperluas wilayah yang diperbolehkan membuka sekolah selain di zona risiko rendah atau zona hijau.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  19:47 WIB
Seorang guru bahasa Inggris sedang mengajar saat dilaksanakannya sedang sekolah tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT Senin (10/08/2020). - Antara
Seorang guru bahasa Inggris sedang mengajar saat dilaksanakannya sedang sekolah tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT Senin (10/08/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membukan kembali sekolah dan memperbolehkan belajar secara tatap muka bagi sekolah yang berlokasi tak hanya di zona hijau tapi juga di zona kuning Covid-19.

Salah satu yang mendasari adalah pelaksanaan UTBK. Beberapa waktu lalu, telah dilaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai jalur masuk perguruan tinggi negeri bagi lulusan SMA/SMK sederajat.

Hal ini menjadi salah satu acuan pemerintah untuk membukan kembali sekolah di masa pandemi.

“Kita melihat beberapa event seperti ujian masuk di perguruan tinggi negeri. Kita bisa melihat itu bisa dilaksanakan dengan baik dan aman dari segi aspek kesehatan dan tidak sampai mengakibatkan klaster terbaru. Melihat berbagai perkembangan tadi, dan diskusi dengan berbagai pihak kami memutuskan bahwa sekolah sebetulnya bisa dibuka kembali,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainum Na’im, Senin (10/8/2020).

Kemendikbud akan memperluas wilayah yang diperbolehkan membuka sekolah selain di zona risiko rendah atau zona hijau, tapi juga di pulau-pulau atau wilayah yang relatif terisolir dan juga di zona kuning lain.

Pulau-pulau terisolir ini diindikasikan tidak berisiko tinggi meskipun jika dilihat dari zona provinsinya masuk ke zona kuning. Hal ini juga untuk mempermudah guru yang kesulitan akses dan mencegah terjadinya ketertinggalan dan risiko kehilangan pengalaman belajar.

“Tentu berbagai prosedur dan protokol kesehatan harus tetap dijaga, sekolah harus melakukan persiapan-persiapan sehingga kesehatan siswa dan guru tetap terjaga,” jelasnya.

Empat Kementerian juga akan bekerja sama dengan Pemda dan sekolah untuk mengecek perjalanan anak dari rumah ke sekolah, proses masuk kelas, proses pembelajarannya, dan jumlah siswa yang ada di kelas.

“Jadi bukan maksudnya ingin menyamakan proses pembukaan sekolah nanti dengan UTBK, tapi fenomena UTBK menjadi salah satu referensi. Artinya kalau kita melakukan kegiatan dan mentaati protokol Insyaallah aman. UTBK kan kegiatan masif, ada protokol ketat jadi relatif aman,” jelas Ainun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud sekolah
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top