Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Calon Taruna Akpol Gagal Akibat Positif Covid-19, Polri Merasa Kehilangan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa Polri merasa kehilangan calon taruna dan taruni Akpol 2020 terbaiknya akibat positif covid-19.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  12:40 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Polri membenarkan ada calon taruna dan taruni akademi kepolisian (Akpol) tahun 2020 dari Polda Kepulauan Riau yang tidak diloloskan karena positif Covid-19. Kabar itu pun sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa Polri merasa kehilangan calon taruna dan taruni Akpol 2020 terbaiknya lantaran dinyatakan positif covid-19 beberapa waktu lalu.

Menurut Argo calon taruna dan taruni yang tidak diloloskan tersebut memiliki prestasi dan ranking teratas di bidang akademis, namun tersandung Covid-19.

"Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” tutur Argo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (9/8/2020).

Argo menjelaskan bahwa kasus gagal lolos calon taruna dan taruni Akpol 2020 tersebut tidak hanya terjadi di Polda Kepulauan Riau saja, tetapi juga di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur, lantaran dinyatakan positif covid-19.

"Juga ada yang di pulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan untuk seleksi di Pusat, nanti dikhawatirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular Covid-19,” katanya.

Argo mengimbau seluruh panitia seleksi taruna dan taruni Akpol 2020 di setiap Polda gandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan menerapkan protokol kesehatan selama proses seleksi.

Menurut Argo seleksi taruna dan taruni Akpol 2020 atau di masa pandemi Covid-19, tidak hanya dinilai dari kesehatan, jasmani, psikologi dan akademik saja, tetapi juga harus dinyatakan bebas dari covid-19.

"Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes juga harus dilakukan penyumpahan dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) disetiap perwakilan daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, gagalnya calon taruna dan taruni Akpol 2020 berprestasi dan ranking pertama dari Polda Kepulauan Riau itu sempat viral di media sosial karena diposting oleh pemilik akun media sosial dengan nama akun @siap_abangjagoo.

Akun tersebut membeberkan ada calon taruna dan taruni Akpol 2020 yang harus mengurungkan niat untuk menjadi anggota Polri lantaran tersandung covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi polri covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top