Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perseteruan AS-China, Beijing Ungkit Aktivitas Biomiilter AS

Isu aktivitas biomiliter dilontarkan kementerian luar negeri China untuk menekan Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  22:37 WIB
Arsip-Seorang pria berjalan di samping logo Namru-2 di laboratorium milik Kedubes AS tersebut di Jakarta, Rabu (18/6/2008). Sejak 16 Oktober 2009, Namru-2 tidak lagi beroperasi di Indonesia.  - Antara/Andika Wahyu
Arsip-Seorang pria berjalan di samping logo Namru-2 di laboratorium milik Kedubes AS tersebut di Jakarta, Rabu (18/6/2008). Sejak 16 Oktober 2009, Namru-2 tidak lagi beroperasi di Indonesia. - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Beragam isu terus dimainkan dalam perseteruan AS dan China, dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Sejak isu perang dagang bergulir, kedua negara tak henti bersitegang.

Beijing kali ini memainkan isu aktivitas biologi militer global untuk menekan Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri China (MFA) mendesak Amerika Serikat menjelaskan aktivitas bio militernya secara global di tengah perhatian dunia internasional.

AS juga seharusnya memperhatikan Konvensi Senjata Biologi (BWC) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak menghalangi negosiasi protokol konvensi tersebut, kata  juru bicara MFA Wang Wenbin dalam pernyataan persnya, Selasa (4/8/2020).

AS harus bersikap transparan dan bertanggung jawab atas kegiatan militernya di seluruh dunia, kata Wang, ketika menanggapi laporan tentang pengerahan militer AS di kawasan Asia Timur yang dianggapnya melanggar BWC.

Tindakan militer itu telah memicu protes yang menuntut penutupan laboratorium militer dan pembubaran pasukan.

Menurut Wang, militer AS melakukan kegiatan biologi di berbagai negara sehingga memicu kecurigaan dan pertentangan yang meluas karena mereka tidak transparan, berbahaya, dan tidak rasional.

AS merupakan negara yang paling banyak melakukan kegiatan biomiliter di dunia namun tidak melaporkan ke BWC. Banyak negara penerima program tidak tahu apa yang dilakukan laboratorium militer AS, Wang menambahkan.

Aktivitas tersebut, lanjut dia, sangat berbahaya karena beberapa aktivitas biologi berkaitan erat dengan patogen berisiko tinggi.

Kegiatan itu akan menjadi bencana bagi negara penerima, negara tetangga, atau bahkan seluruh dunia kalau terjadi kecelakaan, kata Wang.

AS adalah satu-satunya negara yang membangun laboratorium biologi di seluruh dunia dan mengumpulkan material biologi dan sumber daya di luar wilayahnya sendiri.

AS juga satu-satunya negara yang menghalangi negosiasi protokol termasuk verifikasi bagi BWC, kata juru bicara itu.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top