Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terseret Kasus Dugaan Suap Jaksa Agung, Bos FIFA Tetap Menjabat

Kejaksaan Tinggi Swiss menemukan indikasi perilaku kriminal terkait dengan pertemuan antara Lauber, Infantino dan jaksa penuntut regional selama penyelidikan kasus korupsi FIFA.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  06:19 WIB
Giovanni Infantino, Presiden FIFA, dalam pembukaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (21/1/2020) -  Bloomberg / Jason Alden
Giovanni Infantino, Presiden FIFA, dalam pembukaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Selasa (21/1/2020) - Bloomberg / Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino akan tetap bekerja secara normal sambil mengikuti penyelidikan terkait dengan dugaan suap terhadap jaksa agung yang mengurus kasus korupsi di dalam organisasi sepak bola dunia.

Jaksa federal khusus Swiss Stefan Keller tengah memeriksa legalitas pertemuan yang diadakan Infantino dengan Jaksa Agung Michael Lauber.

Pihak Kejaksaan telah meminta pemerintah Swiss pada hari Kamis untuk mengangkat imunitas Lauber sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Keller mengungkapkan ada indikasi perilaku kriminal terkait dengan pertemuan antara Lauber, Infantino dan jaksa penuntut regional Swiss selama penyelidikan kasus korupsi FIFA.

Namun, FIFA yang bermarkas di Zurich menegaskan bahwa pertemuan itu sah dan mengungkapkan pihaknya tidak melakukan tindakan kriminal apapun dalam pertemuan tersebut.

FIFA dan Infantino tegas menyangkal segala implikasi bahwa presiden FIFA pernah berusaha mengerahkan segala bentuk pengaruhnya kepada jaksa federal Swiss.

"Pertemuan atau kontak antara para pihak dan jaksa penuntut adalah agenda rutin selama investigasi. Tujuannya selalu untuk menawarkan dukungan penuh FIFA dalam penyelidikan," ungkap pernyataan resmi FIFA.

Lauber menegaskan dirinya akan mengundurkan diri jika pengadilan Swiss menunjukkan bahwa dia terbukti bersalah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi jaksa agung fifa

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top