Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 5 Daerah 'Sarang' Corona di Indonesia

Per 29 Juli 2020 juga tercatat bahwa ada 5 provinsi yang menyumbang kasus terbesar, DKI Jakarta dengan tambahan 577 kasus konfirmasi, 247 kasus sembuh, dan 14 kasus meninggal.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  14:30 WIB
Situasi pendaftaran untuk tes usap massal para pedagang ikan hias di lokasi binaan UMKM JP 23 Kecamatan Sawah Besar, Rabu (22/7/2020). - Antara
Situasi pendaftaran untuk tes usap massal para pedagang ikan hias di lokasi binaan UMKM JP 23 Kecamatan Sawah Besar, Rabu (22/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pada 29 Juli 2020, tercatat ada lima provinsi yang menjadi penyumbang kasus terbesar Covid-19 DKI di Indonesia. Kelima wilayah ini juga telah menempati urutan teratas selama beberapa pekan terakhir.

Per 29 Juli 2020 juga tercatat bahwa ada 5 provinsi yang menyumbang kasus terbesar, DKI Jakarta dengan tambahan 577 kasus konfirmasi, 247 kasus sembuh, dan 14 kasus meninggal.

Tambahan kasus terbesar diikuti oleh Jawa Timur dengan tambahan 359 kasus baru, 538 kasus sembuh dan 33 meninggal.

Kemudian, Jawa Tengah mencatatkan tambahan 313 kasus baru, 277 sembuh, dan 12 meninggal.

Selanjutnya, Sumatra Utara tercatat bertambah 241 kasus baru, 31 sembuh, dan 3 meninggal, dan Sulawesi Selatan mencatat 128 kasus baru, 40 sembuh, dan 3 meninggal.

Kelima wilayah tersebut, terutama DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sudah menjadi ‘sarang’ Covid-19 selama beberapa pekan terakhir.

Tambahan kasusnya terus meningkat seiring dengan makin tingginya jumlah orang yang dites.

Adapun, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa per 29 Juli juga tercatat bahwa tingkat positivity rate atau rasio jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes Virus Corona dengan total jumlah tes naik ke 13,3 persen. Padahal, WHO merekomendasikan batas amannya sebesar 5 persen.

“Ini adalah peringatan, perlunya kewaspadaan bagi kita bersama, bahwa kita harus mampu menurunkan tingkat penularan,” ungkapnya, Kamis (30/7/2020).

Salah satu yang diwaspadai menjadi sarana penularan adalah pelaksanaan salat Iduladha, pemotongan kurban, dan kemungkinan masyarakat yang mudik untuk merayakan Iduladha bersama keluarga.

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat agar tak perlu mudik untuk merayakan Iduladha melihat tingkat positivity rate yang makin tinggi, terutama dari dan ke wilayah yang jadi ‘sarang’ Covid-19, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

“Perlu menjadi perhatian, dalam rangka menjalankan ibadah Iduladha, teruatama yang mudik agar dipertimbangkan dan dihindari. Kami ingin mengimbau agar kita betul-betul melindungi keluarga terutama usia rentan dalam momentum Iduladha,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satgas Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top