Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sebut Sepekan Terakhir Kasus Corona Meningkat

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa penambahan kasus pada 23 juli 2020 sebanyak 1.906 orang masih lebih rendah, jika dibandingkan penambahan kasus pada 14 Juli 2020 sebanyak 1.282 orang.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  13:12 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.

Bisnis.com, JAKARTA - Penambahan kasus positif Covid-19 cenderung meningkat dalamsepekan terakhir.

Kendati demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa penambahan kasus pada 23 juli 2020 sebanyak 1.906 orang masih lebih rendah, jika dibandingkan penambahan kasus pada 14 Juli 2020 sebanyak 1.282 orang.

"Namun selama satu minggu terakhir, terlihat bahwa pada 9 Juli 2020 jumlah kasusnya adalah 2.657," ujar Wiku dalam konferensi pers, Jumat (24/7/2020).

Penambahan kasus yang signifikan pada 9 Juli 2020 disebabkan kasus Virus Corona di klaster Secapa di Bandung.

Tercatat, sebanyak 760 kasus positif dari 1.308 orang di klaster itu, sebagian sudah diumumkan secara bertahap selama beberapa hari.

“Adanya klaster seperti ini menunjukkan bahwa semua kelompok masyarakat termasuk TNI, bisa kena Covid-19, ini merupakan transparansi TNI, diharapkan masyarakat taranpasaran melaporkan data apa adanya,” kata Wiku.

Dia menambahkan, untuk pelaporan kasus  Covid-19 belum bisa serta merta hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan dalam sehari.

Pasalnya, ada antrean pemeriksaan spesimen di laboratorium, kemudian pelaporan ke pusat dalam hal ini Kemenkes pun memakan waktu, karena harus diverifikasi.

Oleh karena itu, Wiku menekankan masih perlu peningkatkan kinerja laboratorium dan pelaporan agar bisa terintegrasi, sehingga masyarakat bisa mengakses data real time.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top