Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Spekulasi Merebak, China Bakal Tutup Konsulat AS di Wuhan

Keputusan ini diambil setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan pemerintah AS memberi China waktu tiga hari untuk menutup konsulatnya di Houston.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  08:40 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah mengejutkan pemerintah Amerika Serikat memerintahkan kantor konsulat China di Houston untuk ditutup memberi pukulan pada hubungan diplomatik yang sudah mengeruh antara kedua negara.

Dalam suatu briefing di Beijing pada Rabu (22/7/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi China waktu tiga hari untuk menutup konsulatnya di Houston.

Beberapa pejabat pemerintah AS mengatakan kantor konsulat jenderal China di Houston memiliki keterlibatan besar dalam kegiatan spionase.

Konsulat China di Houston juga dikatakan terlibat dalam merilis visa kepada perusahaan-perusahaan Amerika yang berupaya mengirim karyawan-karyawan industri energi ke China.

Tidak terima, China mengancam akan membalas langkah AS. “China berencana untuk merespons dengan langkah balasan yang tegas jika pemerintahan [Presiden Donald] Trump tidak mencabut keputusan keliru ini,” ungkap Wang.

Pembalasan yang dimaksud bisa jadi berdampak pada ditutupnya aset diplomatik milik AS di China. AS biasanya memiliki sekitar 700-1.000 diplomat di China yang melakukan kegiatan seperti mengeluarkan visa hingga spionase, meskipun jumlah ini menyusut sejak pandemi Covid-19.

Pemerintah AS diketahui memiliki kantor konsulat di Shenyang, Shanghai, Chengdu, Guangzhou, dan Wuhan, kota yang diyakini sebagai kampung halaman virus Corona. Kantornya di Guangzhou adalah salah satu pusat visa terbesar untuk AS di seluruh dunia.

AS juga memiliki kantor konsulat besar di Hong Kong, yang secara historis diperlakukan secara terpisah dari China daratan.

Adapun di AS, selain Houston, China memiliki kantor konsulat di San Francisco, Los Angeles, Chicago, dan New York yang digunakan untuk menjalankan misi PBB. Posnya di Houston melayani wilayah yang membentang dari Texas ke Puerto Riko.

Meski merebak spekulasi bahwa China mungkin akan menutup kantor konsulat AS di Wuhan, editor surat kabar Global Times milik Partai Komunis, Hu Xijin, menilai Beijing tidak akan menganggap langkah itu sepadan.

“Saya pikir target China mungkin akan lebih tidak terduga, menyebabkan AS merasakan kepedihan yang nyata," kata Hu melalui akun Twitter pada Kamis (23/7/2020), dikutip dari Bloomberg.

Sependapat dengan Hu, mantan Duta Besar AS untuk China Max Baucus memandang kemungkinan China akan menutup kantor konsulat AS di Wuhan tidak sebanding dengan ditutupnya konsulat China di Houston.

“Mereka bisa menutup Wuhan. Tapi itu tidak akan cukup, tidak akan sama dengan menutup Houston,” ujar Baucus yang juga adalah mantan senator Demokrat untuk Montana.

“Ada hal lain yang bisa mereka lakukan. Mereka juga dapat mengatakan 'OK, jumlah diplomat Amerika ke China sekarang berkurang,' karena ada lebih banyak diplomat Amerika di China ketimbang jumlah diplomat China di Amerika,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat Wuhan

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top