Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Salip AS, China Bakal Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia pada 2024

Bank Dunia dan IMF lantas memprediksi China bakal menduduki negara pertama dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia pada 2024. Ini artinya, China bakal menggeser posisi Amerika Serikat yang berada di posisi pertama selama dua dekade terakhir.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  23:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA - China diperkirakan akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2024 menggantikan Amerika Serikat.

Mengacu pada data World Economic Forum (WEF), perekonomian China telah berlari sejak dua dekade silam. Pada 1992, ekonomi China hanya menempati posisi 10 negara dengan PDB terbesar di dunia. Saat itu, ekonomi AS menduduki peringkat pertama dan Jepang pada posisi kedua.

Pegerakan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut melonjak ke peringkat tiga pada 2008. Dalam rentang waktu 16 tahun, China tiba-tiba sudah mengekor Amerika Serikat dan Jepang.

Bank Dunia dan IMF lantas memprediksi China bakal menduduki negara pertama dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia pada 2024. Ini artinya, China bakal menggeser posisi Amerika Serikat yang berada di posisi pertama selama dua dekade terakhir.

"Perekonomian China telah berlari sejak periode 1990. Sementara itu, India dan Indonesia akan menduduki peringkat ketiga dan kelima negara dengan PDB terbesar di dunia," tulis World Economic Forum seperti dikutip, Rabu (22/7/2020).

Tingginya pertumbuhan kelas menengah merupakan faktor utama pendorong bergantinya fokus pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDB dari benua Eropa ke Asia. Seperti diketahui, China sudah menunjukkan peningkatan pasar yang luar biasa pada abad 21. Namun, populasi warga China akan semakin menua dalam beberapa tahun ke depan, sehingga berdampak pada konsumsi.

Di sisi lain, Indonesia bersama dengan Filipina dan Malaysia, diperkirakan akan meningkatkan angkatan kerja mereka secara signifikan pada beberapa tahun. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan rata-rata untuk konsumsi.

Perusahaan multi nasional Asia seperti Huawei (China) dan Tata (India), diprediksi akan terus bersinar pada perdagangan global. Namun, pertumbuhan di Asia juga menimbulkan permasalahan. Lembaga Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mencatat kesenjangan antara pendapatan di pedesaan dan perkotaan tumbuh sangat cepat.

"Degradasi lingkungan dan tata kelola untuk lembaga pemerintah menjadi tantangan baru negara-negara Asia," kata FAO dalam laporan World Economic Forum.

Benarkah ekonomi China akan menjadi raksasa dunia? Apakah perseteruan China-AS dan pandemi virus Corona (Covid-19) bakal berdampak pada ramalan IMF dan Bank Dunia?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top