Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Diminta Atur Sendiri Vape dan Dibedakan dari Rokok

Hal ini akan memberi kepastian usaha sekaligus dapat melindungi konsumen.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  01:36 WIB
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - Antara/Dhemas Reviyanto
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa tahun terakhir popularitas vape atau rokok elektrik cukup berkembang pesat. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang masuk dan menangkap peluang dalam bertumbuhnya industri tersebut.

Ketua Asosiasi Personal Vaporiser Indonesia (APVI) Aryo Andrianto mengatakan saat ini terdapat ribuan toko terdaftar yang menjadi anggota APVI, mayoritas industri rumahan yang mempekerjaan masyarakat sekitar.

Sebagai produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), Vape telah memberikan kontribusi untuk pendapatan Negara melalui penerimaan cuka yang berdasarkan data Dirjen Bea Cukai, total penerimaannya sepanjang 2019 mencapai Rp426,6 miliar dari total penerimaan cukai industri hasil tembakau (IHT) senilai  Rp164,9 triliun.

Meski tergolong baru, industri HPTL turut berkontribusi terhadap perekonomian negara. Aryo pun menyatakan kebanggaannya, mengingat pihaknya turut mengambil peran. “Meskipun masih usaha rintisan, kami bangga bisa mengambil peran sebagai salah satu sumber pendapatan bagi Negara dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Dia pun berharap Hari Vape Nasional ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi pemerintah untuk kembali menunjukkan dukungannya terhadap pertumbuhan industri HPTL. Dukungan pemerintah, sambungnya, dapat berupa regulasi khusus yang secara komprehensif mengatur industri ini dan membedakannya dari rokok.

Regulasi khusus tersebut mencakup pembatasan akses untuk anak usia di bawah 18 tahun, peringatan kesehatan yang berbeda dengan rokok, standardisasi produk, hingga perlindungan konsumen. Selain itu, juga diperlukan tarif cukai yang sesuai dengan profil dan risiko produk HPTL, termasuk pemberian stimulus yang bervariasi bagi UMKM yang terdampak.

“Kami siap menjadi mitra pemerintah untuk merumuskan regulasi khusus HPTL. Kami yakin dengan adanya aturan khusus industri HPTL, hal ini akan memberi kepastian usaha bagi usaha kecil seperti kami, sekaligus dapat melindungi konsumen. Pada akhirnya, kami berharap regulasi tersebut mampu membuat industri ini bertahan dari dampak pandemi, dan ke depannya dapat berkembang pesat,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top