Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangani Dampak Covid-19, Zakat Didorong Jadi Instrumen Pendanaan

Di samping membantu darurat medis, diharapkan zakat secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  23:57 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi - Kemenag
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi - Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA - Zakat dan wakaf dinilai perlu didorong menjadi instrumen pendanaan bagi penanggulangan kemiskinan dalam program kerja pemerintah. Zakat pun diyakini dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi melalui keterangan resmi, Senin (20/7/2020). Di samping membantu darurat medis, diharapkan zakat secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Potensi pengumpulan zakat secara nasional yaitu Rp233 triliun per tahun, namun realisasinya hingga kini baru sekitar 10 triliun per tahun. Sehingga dibutuhkan ikhtiar yang lebih maksimal untuk meningkatkan pendapatan zakat," terangnya.

Zainut mendorong masyarakat agar aktif dalam pemanfaatan zakat. Menurutnya, dana zakat dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja baru.

Wamenag menyebut zakat merupakan solusi alternatif untuk penanggulangan kemiskinan, baik dalam skala mikro maupun makro. Pemanfaatan zakat dapat membangun masyarakat dalam tolong-menolong, dan memiliki rasa solidaritas sosial tinggi.

"Dana zakat dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja baru dengan tujuan menampung fakir miskin dan pengangguran untuk peroleh kerja," katanya.

Dia mencontohkan, dana zakat digunakan untuk membuka kursus-kursus pelatihan kerja dan keterampilan bagi fakir miskin guna menopang agar kesejahteraan mereka kelompok kurang mampu.

Selain itu, zakat dapat digunakan untuk pembangunan sumber daya manusia lewat jalur pendidikan agama dan keagamaan seperti pondok pesantren.

Adapun, zakat merupakan jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan kepada golongan fakir miskin dan lainnya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Zakat juga termasuk dalam rukun Islam. Adapun zakat terbagi atas beberapa macam seperti zakat mal atau zakat harta, zakat fitrah yang dikeluarkan saban Idulfitri dan zakat profesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag zakat covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top